Mataram, (postkotantb.com) - Dalam rangka cipta kondisi Keamanan, Keselamatan, ketertiban dan kelancaran Lalu Lintas (kamseltibcarlantas) menjelang Idul Fitri 1447 H / 2026, Polri melaksanakan Operasi Kepolisian yang diberi nama Operasi Keselamatan Rinjani 2026 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh tingkat Polda dan Polres/ta Jajaran.
Untuk memastikan Pelaksanaan Operasi tersebut di Wilayah hukum, Polresta Mataram menggelar Aper Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 di Taman Sangkareang, Senin (02/01/2026).
Apel ini dipimpin Wakapolresta Mataram AKBP I Wayan Sudarmanta, SIK.,MH , dan dihadiri Wakil Walikota Mataram, Dandenpom Mataram, Pasiops Kodim 1606/Mataram, Segenap Kepala OPD Pemkot Mataram, Segenap PJU Polresta Mataram serta seluruh Personel yang terlibat dalam Ops Keselamatan Rinjani 2026 Polresta Mataram.
Dalam amanatnya, Wakapolresta Mataram mengatakan Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan, sehingga diharapkan seluruh kegiatan khususnya dalam Operasi Keselamatan Rinjani Tahun 2026 dapat berjalan dengan optimal.
Di tingkat Polda NTB dan polres/ta jajaran Operasi ini diberi sandi “Operasi Keselamatan Rinjani 2026” yang dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 2 Februari sampai dengan 15 Februari 2026.
“Operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk Polresta Mataram, “jelasnya.
Dalam Operasi ini Polresta Mataram melibatkan personel sebanyak 85 personel yang terdiri dari 79 personel Polresta Mataram dan 2 personel Denpom IX/2 Mataram, 2 personil BKO Sat. Brimob Polda NTB dan 2 personil dari Dishub Kota Mataram.
Lanjutnya ada beberapa hal yang menjadi dasar dan latar belakang pelaksanaan Operasi Keselamatan yakni : Mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcar lantas).
Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,
Membangun budaya tertib berlalu lintas, dan Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Keempat hal tersebut memiliki kompleksitas yang tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri, sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak.
Salah satu yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah keselamatan bagi pengguna jalan. keselamatan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalu lintas. dalam konteks ini, lalu lintas dapat dipahami sebagai urat nadi Kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas.
Operasi keselamatan ini merupakan jenis operasi harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas.
Sebagai sasaran operasi ini meliputi tidak menggunakan helm, kendaraan yang melebihi kapasitas atau over dimensi over load (Odol), pengemudi di bawah umur, berkendara dengan membonceng lebih dari 1 orang, berkendara dibawah pengaruh alkohol, menggunakan handphone saat berkendara, melebihi batas kecepatan, melawan arus lalu lintas.
“Apel ini diharapkan menjadi simbol kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam melaksanakan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, “. tutupnya. (red)







0Komentar