Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Rentetan musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Sumbawa dalam sebulan terakhir mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Menyikapi kebakaran terbaru di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., mendorong langkah konkret pemerintah dalam percepatan rekonstruksi rumah warga terdampak.
Dalam keterangannya, Abdul Rafiq menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi. Ia mencatat, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, telah terjadi tiga kali kebakaran besar—dua kali di Kecamatan Alas dan satu kali di Kecamatan Moyo Hilir—yang mengakibatkan sedikitnya 34 rumah warga terdampak.
Menurutnya, Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa diyakini telah menyiapkan langkah strategis. Namun demikian, ia mengusulkan skema pembiayaan kolaboratif agar proses pembangunan kembali dapat berjalan lebih cepat tanpa membebani APBD secara berlebihan.
Adapun skema yang diusulkan meliputi pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Kabupaten Sumbawa, sinergi pembiayaan dengan Pemerintah Provinsi NTB, serta pelibatan Baznas Kabupaten Sumbawa guna meningkatkan kualitas hunian yang dibangun.
“Secara realistis, pembangunan rumah layak huni dengan anggaran sekitar Rp50 juta per unit sudah cukup ideal. Jika dilakukan dengan pola sharing antara kabupaten, provinsi, dan Baznas, kualitas rumah bagi korban akan lebih maksimal,” ujar Abdul Rafiq.
Selain itu, ia juga menyoroti minimnya sarana penanggulangan kebakaran di wilayah Kecamatan Alas. Tingginya frekuensi kejadian kebakaran di wilayah tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kesiapsiagaan, khususnya penambahan armada pemadam kebakaran.
“Ke depan, penambahan unit Damkar di Alas adalah kebutuhan mendesak, agar respon terhadap kebakaran bisa lebih cepat dan kerugian warga dapat diminimalisir,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Abdul Rafiq mengajak seluruh elemen masyarakat Sumbawa untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu para korban, baik melalui dukungan moral maupun bantuan materiil, guna mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. (Jhey)




0Komentar