Mataram, (postkotantb.com) – Konflik kesalahpahaman yang sempat memicu aksi pengeroyokan antara warga Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur dan warga Lingkungan Peresak Timur, akhirnya berakhir damai.
Kesepakatan tersebut dicapai melalui proses mediasi yang digelar di Aula Polsek Mataram, Selasa (24/03/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI, serta tokoh masyarakat di Kota Mataram.
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, S.H., yang memimpin langsung jalannya mediasi, mengapresiasi sikap kedua belah pihak yang memilih jalur kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan.
“Kami berterima kasih kepada pihak korban dan keluarga pelaku yang telah mengedepankan komunikasi. Harapan kami, melalui mediasi ini situasi kamtibmas tetap kondusif dan tidak ada lagi konflik lanjutan,” ucapnya.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/03) sore di Jalan Bung Karno dan sempat menimbulkan ketegangan antarwarga. Namun melalui dialog terbuka, kedua pihak akhirnya sepakat untuk berdamai.
Dalam kesepakatan yang dituangkan secara tertulis, para pelaku mengakui kesalahan serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada korban berinisial A. Selain itu, para pelaku juga bersedia menjalani konsekuensi, di antaranya diamankan di Mako Polresta Mataram selama satu bulan serta menerima sanksi sosial berupa dikeluarkan dari lingkungan setempat.
Plt. Camat Mataram, Budi Wartono, S.STP., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai ajang mempererat silaturahmi.
“Alhamdulillah, di bulan Syawal ini kita bisa saling memaafkan. Mari kita jaga wilayah kita tetap HARUM—Harmonis, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri,” pesannya.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.00 WITA itu ditutup dengan penandatanganan berita acara damai serta sesi saling bersalaman antara kedua belah pihak.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, seluruh pihak sepakat untuk tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum. Situasi di wilayah Pagutan pun kini kembali kondusif, menandai berakhirnya konflik dengan semangat kebersamaan dan perdamaian. (red)




0Komentar