Lombok Barat, (postkotantb.com) - Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi, komunitas perantau asal Malang yang tergabung dalam Aremania Lombok menggelar kegiatan sosial bertajuk "Satu Jiwa Berbagi" untuk yatim dan piatu. 

Acara yang memadukan santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini dilangsungkan di yayasan Adam Mula Jati, jalan raya Lembar kecamatan Gerung, Lombok Barat, dengan dihadiri oleh puluhan anggota komunitas dan anak anak yayasan sebanyak 48 orang serta Babinsa, Minggu (08/3/2026). 


Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan ramadhan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota komunitas sekaligus menunjukkan kepedulian sosial Aremania Lombok terhadap masyarakat di tanah rantau. Selain pemberian paket sembako, perlengkapan sekolah dan Al-Qur'an  komunitas juga menyerahkan donasi tunai hasil penggalangan dana internal para anggota dan pembagian bagi takjil. 

Ketua Aremania Lombok, Harianto mnegungkapkan bahwa semangat "Satu Jiwa" tidak hanya berlaku dalam mendukung klub sepak bola kebanggaan, tetapi juga dalam aksi sosial kemanusiaan yang rutin dilakukan di setiap bulan ramadhan dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu. 

"Kami ingin keberadaan komunitas ini memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar, khususnya adik-adik kita yang membutuhkan. Meskipun kami jauh dari kampung halaman, semangat gotong royong dan kepedulian harus tetap menyala," ujar Sam Harianto sapaan akrabnya. 


Suasana kehangatan terasa saat para anggota komunitas berbaur dan bercengkerama dengan anak-anak yatim sambil menunggu waktu berbuka. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kejayaan komunitas, agar tetap kokoh dan solid. 

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Aremania Lombok tidak hanya berbagi santunan di bulan ramadhan namun aksi kemanusiannya juga dilakukan di seluruh wilayah yang membutuhkan seperti memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. 

"Melalui aksi ini, Aremania Lombok berharap dapat menginspirasi komunitas perantau lainnya di Nusa Tenggara Barat untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial," terangnya. 


Selain memperkuat solidaritas internal, kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu menghapus stigma negatif tentang komunitas dan menunjukkan sisi humanis dari para komunitas Aremania baik di Lombok maupun di wilayah lainnya. 

"Semoga kedepan komunitas Aremania Lombok bisa terus melaksanakan aksi kemanusiaan lain yang dapat membantu masyarakat memang membutuhkan," tandasnya. (red)