Lombok Utara, (postkotantb.com) -  Membangunkan orang untuk bersantap sahur di bulan suci Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pengabdian mulia yang menuntut keikhlasan luar biasa. Di Desa Santong Mulia, semangat ini terus berkibar melalui dedikasi sosok Iswandi, atau yang akrab disapa Andi.

Sebagai Kepala Dusun Santong Mulia, Andi tidak hanya memimpin urusan administratif, tetapi juga menjadi "alarm" spiritual bagi warganya. Setiap malam, melalui corong Masjid Nurul Muhajirin, suaranya yang khas memecah kesunyian dini hari, mengajak jamaah untuk bangun dan menjemput berkah sahur.

Yang membuat suasana sahur di Santong Mulia terasa istimewa tahun ini adalah hadirnya iringan musik khas Sasak Islami sebagai latar suara Andi. Alunan musik tradisional yang religius ini mengalun lembut dari menara masjid, menyelimuti rumah-rumah warga mulai dari saat santap sahur hingga fajar menyingsing. Perpaduan suara khas Andi dan musik lokal ini menambah kesakralan suasana, menciptakan harmoni yang menyejukkan hati di sepertiga malam terakhir.

Peran Andi tidak berhenti saat piring sahur dibersihkan. Kehadirannya di mikrofon masjid juga membawa ajakan teduh untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah. Ia Mengajak warga berbondong-bondong memakmurkan masjid. Selain itu, ia juga mengumandangkan Azan. Tak jarang, Andi sendiri yang tampil mengumandangkan azan subuh saat waktu telah masuk, memastikan panggilan ibadah tersampaikan dengan sempurna.

Kehadiran Andi memberikan kesan mendalam bagi masyarakat. Hal ini diakui oleh Wit Watri, seorang jamaah setempat yang merasa sangat terbantu dengan konsistensi Andi setiap tahunnya.

Senada dengan itu, Sauban Sesait, warga dari wilayah tetangga yang kerap mendengar sayup suara Andi, turut mengungkapkan apresiasinya. Bagi mereka, apa yang dilakukan Andi adalah bentuk pelayanan nyata yang membuat suasana Ramadan di Kecamatan Kayangan, khususnya di Santong Mulia, terasa lebih hidup, syahdu, dan penuh kebersamaan.

Dedikasi Andi ternyata tidak hanya dirasakan oleh warga Dusun Santong Mulia saja. Arsudin, warga Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, mengungkapkan hal serupa. Meskipun tempat tinggalnya terpisah oleh kali besar dan bentangan areal persawahan Subak Sambik Belat yang lumayan jauh, suara khas Andi dari Masjid Nurul Muhajirin tetap terdengar jelas hingga ke wilayahnya.

"Terima kasih Pak Kadus Andi, hal seperti ini sangat membantu kami dan harus tetap dibudayakan," ujar Arsudin, yang juga diamini oleh warga lainnya seperti A. Raos dan Ukep. Mereka merasa sangat terbantu dengan konsistensi Andi yang saban hari selalu setia membangunkan warga.

Bagi warga Kecamatan Kayangan, khususnya di sekitar Santong Mulia dan Dangiang, apa yang dilakukan Andi adalah bentuk pengabdian nyata yang membuat suasana Ramadan terasa lebih hidup, syahdu, dan penuh kebersamaan.

Pewarta: Jaharuddin.S.Sos