Lombok Timur, (postkotantb.com) — Yayasan Al-Ansori bersama LIDI Foundation menyalurkan santunan kepada 60 anak yatim piatu di kediaman pengurus Al-Ansori, Desa Jerowaru, Lombok Timur, Sabtu, (14/03/2026).
Kegiatan sosial ini merupakan agenda rutin kedua lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan. Santunan diberikan dalam momentum bulan suci Ramadan, berupa paket sembako yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, gula 1 kilogram, serta uang tunai dalam amplop.
Ketua Yayasan Al-Ansori, Nurfitriani, mengaku bersyukur kegiatan santunan tersebut kembali terlaksana. Ia menyebut kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim di wilayah Jerowaru.
“Kami bersyukur santunan ini bisa terlaksana. Meski sederhana, kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan anak-anak yatim,” kata Nurfitriani.
Ia juga mengapresiasi komitmen LIDI Foundation yang terus bermitra dengan Yayasan Al-Ansori dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurut Nurfitriani, kehadiran LIDI Foundation menjadi motivasi bagi pengurus Al-Ansori untuk terus menjalankan kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua LIDI Foundation, Wisnu, menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Al-Ansori yang telah menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
Ia menegaskan santunan yang diberikan bukan berasal dari pihaknya secara pribadi, melainkan dari para donatur yang selama ini mendukung kegiatan sosial lembaga tersebut, termasuk perusahaan mitra.
“Bantuan ini adalah amanah dari orang-orang baik yang selama ini mendukung kegiatan kami,” ujar Wisnu.
Wisnu juga mengapresiasi kiprah Yayasan Al-Ansori yang dinilai lebih dulu aktif dalam kegiatan sosial, khususnya dalam membantu anak yatim dan lansia di Desa Jerowaru.
Ia menjelaskan LIDI Foundation saat ini tengah merintis pembangunan sekolah rehabilitasi bagi penyandang disabilitas di Lombok Timur.
“Kami baru memulai pembangunan sekolah untuk rehabilitasi difabel. Kami banyak belajar dari Yayasan Al-Ansori yang lebih dulu bergerak dalam kegiatan sosial di masyarakat,” kata Wisnu.
Dalam kesempatan itu, Wisnu juga mengajak Yayasan Al-Ansori untuk memperluas kegiatan sosial di luar Desa Jerowaru agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang lebih luas.
Menurut dia, pendidikan bagi penyandang disabilitas penting untuk menghapus diskriminasi yang masih kerap terjadi di lingkungan masyarakat.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan digelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tematik terkait disabilitas di tingkat kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat.
“Kami berharap berbagai pihak, termasuk lembaga sosial seperti Al-Ansori, dapat ikut terlibat dalam proses tersebut,” ujarnya (yan)



0Komentar