Lombok Utara, (postkotantb.com) - Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT membuka Lokakarya Pembelajaran Program GEMERCIK lintas sektor di KLU bertempat di Aula Kantor Bupati (09/3).Hadir Manager Program GEMERCIK Sabaruddin, Direktur Program PLAN Indonesia Ida Ngurah, Kepala Dinas Sosial PP dan PA Fathurrahman SP, serta beberapa undangan lainnya.
Direktur Program PLAN International Indonesia Ida Ngurah menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya merupakan refleksi projek yang telah dilakukan di KLU, dimana melakukan evaluasi terkait kekurangan yang perlu diperbaiki dan mengapresiasi hasil yang telah didapatkan.
Kegiatan lokakarya diikuti oleh sebanyak 120 peserta yang berasal dari Para Satgas PPA KLU, Tokoh Agama dan Tokoh Adat, Perwakilan Siswa dan Siswi SMP & SMA di KLU, perwakilan Organisasi Anak, Aparat penegak hukum, Perwakilan organisasi perempuan dan Pemerintah desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan sebagaimana direncanakan dan dapat menghasilkan output yang dapat memberikan kemajuan bagi Lombok Utara,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kusmalahadi menyampaikan, bahwa perkawinan anak masih menjadi tantangan serius, tidak hanya di NTB tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia, data menunjukan bahwa angka perkawinan anak di NTB masih cukup tinggi yaitu 14,96 persen dari seluruh data perkawinan di tahun 2024.
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian dan tanggungjawab kita bersama untuk menanganinya secara lebih serius dan berkelanjutan,”katanya.
Perkawinan anak bukan hanya masalah usia menikah, tetapi berkaitan dengan banyak aspek penting seperti pendidikan, kesehatan reproduksi, peluang ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Masih kata Wabup Kus menjelaskan bahwa ketika anak menikah terlalu dini, mereka sering harus berhenti sekolah, sehingga kehilangan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan memperbaiki masa depan, akibatnya, bukan hanya anak tersebut yang dirugikan, tetapi juga daerah atau masyarakat karena kehilangan potensi generasi mudanya.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama berbagai pihak bekerja sama untuk mencegah perkawinan anak melalui Program Gemercik,” katanya.
Program Gemercik bukan hanya kegiatan sosialisasi biasa, tetapi merupakan gerakan bersama yang melibatkan banyak pihak seperti pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, serta anak-anak dan generasi muda sebagai agen perubahan.
“Dalam pelaksanaan program, mulai terlihat hasil yang positif, berdasarkan survei akhir yang melibatkan 213 responden di sekolah dan komunitas, terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat terhadap pencegahan perkawinan anak,”katanya.
Program Gemercik menunjukkan bahwa ketika pemerintah, masyarakat, dan generasi muda bekerja sama, dapat tercipta perubahan nyata berupa meningkatnya kesadaran masyarakat, kapasitas kelompok perlindungan anak di desa, serta munculnya kebijakan pemerintah desa yang mendukung perlindungan perempuan dan anak.
“Walaupun telah terlihat kemajuan yang cukup baik, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diselesaikan bersama, seperti data perkawinan anak yang belum terintegrasi antar lembaga, norma sosial yang masih mentolerir perkawinan anak di sebagian masyarakat, serta perlunya penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus,” Tambahnya.
Pada akhir sambutannya wabup menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLAN International Indonesia, LPA Lombok Utara, Pengadilan Agama Giri Menang, seluruh OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Program GEMERCIK, karena pencegahan perkawinan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
Pewarta: Jaharuddin.S.Sos



0Komentar