Lombok Timur, (postkotantb.com) – Peringatan Nuzulul Qur'an berlangsung di Pesantren Babbusalam, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut bertajuk “Kepekaan Individual untuk Sosial di Zaman Penuh Tantangan.”
Ketua Badan amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur, H. Muhammad kamli, mengatakan dirinya sebenarnya mendapat tugas mendampingi kegiatan masyarakat di pendopo pada malam yang sama. Namun ia tetap berupaya hadir karena memiliki hubungan emosional dengan almarhum TGH Sibangwaih.
“Saya sebenarnya dijadwalkan mendampingi kegiatan di pendopo. Tapi saya tetap berusaha hadir di sini. Secara pribadi saya punya kedekatan dengan almarhum TGH Sibangwaih,” kata Kamli.Minggu 08 Maret 2026
Ia mengisahkan, sejak ulama tersebut masih hidup, setiap kali datang ke Masbagik ia selalu menyempatkan diri bersilaturahmi.
“Kalau ke Masbagik, saya hampir selalu singgah ke rumah beliau. Kedekatan itu membuat saya merasa wajib hadir malam ini sebagai bentuk penghormatan,” ujarnya.
Kamli juga menyampaikan bahwa sebelum berangkat ke Jerowaru, ia lebih dulu meminta izin untuk menghadiri kegiatan tersebut.
“Sekitar pukul lima sore saya meminta izin untuk datang ke Jerowaru. Alhamdulillah izin itu diberikan,” katanya.
Dalam sambutannya, kamli menekankan bahwa bulan Ramadan harus dimaknai bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga sebagai waktu memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi. Di bulan ini kita juga diuji kepekaan sosialnya—melalui infak, sedekah, dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepekaan sosial merupakan bagian dari kesempurnaan iman seorang Muslim.
“Kesempurnaan iman tidak hanya diukur dari ibadah, tetapi juga dari kepedulian kita terhadap masyarakat yang membutuhkan,” kata Kamli.
Secara kelembagaan, Baznas Lombok Timur terus berupaya memperluas program bantuan sosial di berbagai wilayah. Dari 21 kecamatan yang ada di Lombok Timur, Kecamatan Jerowaru disebut masih memiliki cukup banyak rumah tidak layak huni.
“Jerowaru masih memiliki banyak rumah tidak layak huni. Baznas akan hadir sesuai dengan skala prioritas dan kondisi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyalurkan paket bantuan kepada para lansia serta anak yatim piatu.
“Bantuan ini mungkin tidak besar, tapi kami berharap dapat sedikit meringankan kebutuhan saudara-saudara kita,” kata Kamli.
Ketua LSM Al-Ansori, Fitri, mengatakan, Pondok Pesantren Babbusalam selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Desa Jerowaru.
“Pesantren Babbusalam menjadi salah satu pusat kegiatan sosial masyarakat dan sering menjadi percontohan kegiatan di desa ini,” ujarnya.
Serta kehormatan bagi kami bahwaTGH Kurok, putra almarhum TGH M.Nuh, selalu hadir setiap kegiatan Nuzulul Qur'an Santren babbusalam. pentingnya menjaga silaturahmi dan koordinasi dalam kegiatan sosial masyarakat.
“Kami selalu berkoordinasi dan menjaga silaturahmi dengan masyarakat agar kegiatan seperti ini terus berjalan dan memberi manfaat bagi warga Jerowaru,”Tutupnya (yan)


0Komentar