Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan rangkaian Safari Ramadhan 1447 H di Kecamatan Maluk, tepatnya di Masjid Al Ikhlas Desa Bukit Damai. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah dan turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, Sekretaris Daerah drh. Hairul, MM, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Dalam laporannya, Camat Maluk, Mulyadi, S.Pi menyampaikan rasa syukur atas pendistribusian Kartu Sumbawa Barat Maju di wilayahnya. Menurutnya, masyarakat memberikan tanggapan positif karena merasa lebih terakomodir dan terayomi melalui program tersebut.
Ia menegaskan, bahwa meskipun Kecamatan Maluk memiliki masyarakat yang heterogen, kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. Selama bulan suci Ramadhan, berkat koordinasi bersama unsur Forkopimcam, suasana tetap terjaga dengan baik, termasuk kebijakan penutupan hiburan malam selama Ramadhan. Kepadatan arus lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa di jalur utama juga dapat diurai dengan baik.
Terkait musibah banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan menyebabkan luapan sungai di sejumlah desa, Camat memastikan bahwa melalui koordinasi dengan OPD terkait di Taliwang, penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu sehingga kondisi berangsur terkendali.
Dalam sambutannya, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, banyaknya suku dan latar belakang di Kecamatan Maluk justru menjadi perekat persatuan.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Semangat kebersamaan harus terus kita jaga agar Maluk tetap harmonis,” ujarnya pada Selasa, (03/03/2026).
Bupati menyampaikan, bahwa pemerintahan yang dipimpinnya telah genap satu tahun sejak pelantikan. Ia mengingatkan bahwa peluncuran Kartu Sumbawa Barat Maju dilakukan pada 20 Mei bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai simbol komitmen kebangkitan pelayanan publik. Tahun 2026 diharapkan tidak ada lagi kendala dalam implementasi program tersebut.
Terkait persoalan persampahan di Kecamatan Maluk, Pemerintah Daerah berkomitmen membangun sistem pengelolaan terpadu melalui penyediaan TPS3R dan dukungan anggaran untuk pembentukan Bank Sampah di desa-desa. Saat ini, PT Amman telah memprogramkan pengelolaan sampah terintegrasi di Kecamatan Jereweh, Maluk, dan Sekongkang.
Pemerintah juga telah membebaskan lahan di Desa Benete untuk pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terintegrasi dan profesional, dengan alur pengolahan dari TPST ke TPA hingga proses sanitary landfill di Taliwang. Targetnya, pada 2027 Kabupaten Sumbawa Barat dapat masuk kategori kabupaten/kota bersih.
Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2026, termasuk di Desa Benete Kecamatan Maluk, Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah. Proses tahapan akan berlangsung mulai September hingga November 2026, dan pemerintah kecamatan diminta mengedepankan pendekatan persuasif.
Terkait isu ketenagakerjaan, Bupati secara terbuka menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat memang masih bergantung pada sektor pertambangan.
Namun, ia menegaskan, bahwa meskipun ke depan aktivitas penggalian tambang oleh PT Amman akan beralih ke wilayah Elang Dodo Rinti di Kabupaten Sumbawa, aktivitas pengolahan konsentrat tetap berlangsung di wilayah KSB.
“Aktivitas industri utama tetap di KSB. Pasca tambang hanya reklamasi bekas galian. Jadi angkatan kerja tetap terjaga. Maluk tidak akan menjadi kota mati,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa pengalaman saat pembangunan smelter menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pergerakan ekonomi dan serapan tenaga kerja. Pemerintah berharap tren positif tersebut terus meningkat demi kesejahteraan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan daerah, menjaga persatuan, dan memperkuat semangat gotong royong demi terwujudnya Sumbawa Barat yang Maju Luar Biasa. (Amry)






0Komentar