Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Banjir yang kerap melanda wilayah Semongkat kembali berdampak pada sistem penyediaan air bersih. Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (06/04/2026), yang mengganggu proses pengolahan air di instalasi milik Perumdam Batu Lanteh Kabupaten Sumbawa.

Direktur Perumdam Batulanteh, H.A. Hakim kepada media ini menjelaskan, bahwa banjir di kawasan intake Semongkat menyebabkan kualitas air baku menurun drastis, sehingga tidak mampu diolah secara optimal oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA).

“Seringnya banjir di Semongkat memang menjadi kendala utama. Pengolahan kami tidak mampu mengolah air saat kondisi banjir seperti ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, banjir mulai terjadi di intake Semongkat sekitar pukul 18.20 WITA dan dampaknya baru dirasakan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) sekitar pukul 21.20 Wita.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, pihaknya telah menginformasikan kepada Kepala Cabang Sumbawa serta koordinator pos pelayanan di wilayah Kecamatan Moyo Hilir, Moyo Utara, dan Badas untuk mengambil langkah antisipatif dalam pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, Hakim menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, telah menganggarkan program rehabilitasi pipa transmisi Semongkat yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Insya Allah tahun ini ada rehab pipa transmisi Semongkat yang dianggarkan melalui Dirjen SDA Kementerian PUPR,” tambahnya.

Diharapkan, dengan adanya perbaikan tersebut, distribusi air bersih ke pelanggan dapat lebih stabil meskipun terjadi gangguan akibat faktor alam seperti banjir.

Perumdam Batu Lanteh pun mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi yang terjadi serta menggunakan air secara bijak selama proses pemulihan berlangsung. (Jhey)