Sumbawa Barat, (postkotantb.com) — Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tana Mira pada Kamis pagi (02/04), pukul 08.10 hingga 09.15 Wita. Kegiatan ini turut didampingi sejumlah Kepala OPD, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Nakertrans, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Dalam sidak tersebut, Bupati meninjau langsung kondisi pasar sekaligus bersilaturahmi dengan para pedagang yang telah menempati bangunan baru, khususnya pedagang sayur, daging, dan ikan. Ia juga mengecek kesiapan fasilitas serta memastikan aktivitas perdagangan berjalan dengan tertib dan lancar.

Selain itu, Bupati turut meninjau deretan ruko di bagian depan pasar yang ditempati pedagang emas. Bangunan tersebut direncanakan akan segera direnovasi guna meningkatkan kenyamanan dan estetika kawasan pasar. Di sela-sela kunjungan, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang untuk mendengar langsung aspirasi dan kondisi di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya menjaga fasilitas pasar yang telah dibangun pemerintah. Ia mengapresiasi kondisi pasar yang dinilai sudah semakin tertata.
“Dijaga fasilitas yang ada. Alhamdulillah, saya lihat kondisi pasar saat ini sudah lebih tertata, sehingga masyarakat lebih mudah ketika berbelanja di pasar,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Sumbawa Barat, Erny Patriani, menjelaskan bahwa sejak tanggal 1 hingga 3 April 2026 tengah berlangsung proses relokasi pedagang sayur, buah, daging, dan ikan ke lapak baru. Untuk pedagang konveksi, kosmetik, dan sembako, pemindahan akan dilakukan setelah pemasangan rolling door selesai, dengan target seluruh pedagang sudah menempati lapaknya masing-masing paling lambat tanggal 6 April 2026.

Erny juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan pihak pengelola pasar, antara lain pendataan ulang seluruh pedagang, pembagian lapak berukuran 3x3 meter, serta penempatan pedagang melalui sistem undian nomor urut guna menjamin keadilan.

Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Di antaranya, sekitar 40 pedagang sayuran yang belum mendapatkan lapak karena sebelumnya tidak terdata atau merupakan pedagang baru. Selain itu, pada lapak daging dan ikan masih ditemukan genangan air akibat saluran pembuangan yang belum optimal. Sementara pada lapak konveksi, terdapat beberapa blok yang belum terpasangnya lampu penerangan.

Pihak UPTD menegaskan bahwa pembenahan akan terus dilakukan secara bertahap guna menciptakan kondisi pasar yang lebih nyaman, bersih, dan tertata.

Menutup keterangannya, Kepala UPTD Pengelolaan Pasar mengimbau seluruh pedagang untuk mendukung proses penataan ini dengan menjaga ketertiban, kebersihan, serta tidak membuang sampah dan limbah sembarangan. (Amry)