Sumbawa Barat, (postkotantb.com) -
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat bekerja sama dengan PKMK FK-KMK UGM melaksanakan kegiatan Endline Evaluation Bank Data Kesehatan yang dirangkaikan dengan Diseminasi Hasil Evaluasi Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penguatan bank data kesehatan.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23 April 2026), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat dan Kedai Sawah Resto.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., bersama tim manajemen data Dinas Kesehatan, serta tim dari PKMK FK-KMK UGM yang diketuai oleh Shita Lisytadewi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim PKMK UGM yang kembali melakukan pendampingan di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menjelaskan bahwa selama proses pendampingan, khususnya pada triwulan pertama, tim manajemen data telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh indikator program pada masing-masing bidang dan sekretariat.
“Seluruh proses tersebut telah melalui tahapan analisis, identifikasi permasalahan, perumusan solusi, hingga tindak lanjut dalam bentuk kebijakan dan langkah konkret guna meningkatkan kinerja yang lebih optimal,” ujar dr. Carlof.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan dalam mengukur keberhasilan program secara komprehensif, terutama dalam mengharmonisasikan metode kerja yang telah berjalan sebelumnya dengan pendekatan baru melalui pendampingan berbasis data. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa seluruh capaian program dapat terukur secara objektif, terstandar, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim PKMK FK-KMK UGM, Shita Lisytadewi, S.IP., MM., MPP., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat, baik melalui pertemuan di dalam gedung maupun kunjungan lapangan ke Puskesmas, tenaga kesehatan, kader, serta responden terkait.
Ia menjelaskan, bahwa kajian yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting, di antaranya implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), transformasi layanan kesehatan, penggunaan costing tools, pengelolaan keuangan Puskesmas, kesiapan Puskesmas dan Posyandu dalam penerapan ILP, hingga analisis kebutuhan biaya program. Selain itu, turut diidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, termasuk peran pemerintah daerah dalam memastikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program kesehatan.
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan pendampingan manajemen dan analisis data, penyampaian laporan hasil analisis oleh masing-masing bidang dan tim kerja, serta pemaparan laporan komprehensif oleh Kepala Dinas Kesehatan kepada tim PKMK UGM.
Pada hari kedua, Kamis (23/4/2026), kegiatan dilanjutkan dengan diseminasi hasil kajian implementasi layanan primer dan bank data kesehatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2024 hingga 2026.
Hasil kajian tersebut disampaikan secara ringkas dan terintegrasi kepada para kepala bidang, ketua tim kerja program, tim manajemen data, serta kepala Puskesmas.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok yang membahas berbagai tantangan di lapangan, di mana peserta memaparkan hasil analisis kasus serta pendekatan yang telah dilakukan selama proses pendampingan. Diskusi berlangsung aktif sebagai upaya merumuskan strategi perbaikan yang lebih efektif dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat budaya kerja berbasis data, meningkatkan kualitas analisis program, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada bukti yang valid dan terukur. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kolaborasi yang telah terbangun bersama PKMK UGM sebagai mitra strategis dalam penguatan sistem kesehatan daerah.
“Melalui sinergi yang kuat, komitmen bersama, dan pemanfaatan data yang berkualitas, kita optimis dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat,” tutup Carlof. (Amry)



0Komentar