Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - Di tengah upaya menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan, ikan kembali diangkat sebagai jawaban yang dekat dan terjangkau bagi masyarakat. Melalui Safari Gemarikan yang digelar di Ruang Rapat Paserang, Taliwang, Jumat (24/04), pemerintah daerah bersama mitra pusat mendorong agar ikan tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi gizi dan ekonomi keluarga di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan, bahwa Gemar Makan Ikan merupakan bagian dari strategi peningkatan pola pangan harapan. Konsumsi ikan dinilai sudah cukup baik, namun masih perlu diperkuat melalui diversifikasi olahan agar tidak terbatas pada menu tradisional, melainkan berkembang menjadi produk yang lebih variatif dan bernilai tambah.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, menekankan pentingnya pengolahan hasil perikanan sebagai langkah lanjutan dari kebiasaan konsumsi. Ikan tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga perlu diolah menjadi produk yang memiliki daya jual dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. 

Pemerintah menunjukkan dukungannya melalui program KSB Maju UMKM yang mendukung produksi produk olahan dari hasil tangkapan nelayan. “Mereka diajarkan untuk membentuk ikan tersebut menjadi sebuah produk yang dihasilkan yang akan menjadi lebih baik yang bisa dipasarkan langsung.” Ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI H.Johan Rosihan, S.T. menyoroti bahwa tingginya produksi perikanan belum sepenuhnya diimbangi dengan tingkat konsumsi dan penyerapan pasar. Ia menegaskan pentingnya membangun keterkaitan antara produksi hingga distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menekankan, “Kegiatan gemar makan ikan ini bukan hanya untuk kampanye konsumsi, tetapi juga bagaimana menjaga tata kelola hulu sampai hilir perikanan kita itu kemudian bisa diserap oleh pasar.”


Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan simbolis goodiebag berisi bahan olahan ikan dan ikan segar, serta menghadirkan keluarga dengan anak stunting sebagai bagian dari penguatan pesan gizi yang diharapkan dapat terus menorehkan raport hijau penurunan stunting, yang sebelumnya yang berhasil menurunkan angka stunting dari 7,1 persen pada bulam Desember 2025 menjadi 6,74 persen di Maret 2026. Safari Gemarikan menjadi ruang bersama untuk mengingatkan bahwa akses pangan sehat tidak harus mahal, selama potensi lokal dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., Anggota Komisi IV DPR RI H. Johan Rosihan, S.T., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., serta Kepala Dinas Perikanan Agus Purnawan, S.Pi., M.M. (Amry)