Mataram, (postkotantb.com) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) Wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar persembahyangan bersama yang berlangsung khidmat di Pura Jagatnatha Mayura, Cakranegara, Kota Mataram, Sabtu (25/4).

Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan dua dekade lebih perjalanan Puskor Hindunesia sebagai wadah perjuangan, koordinasi, dan pengabdian umat Hindu di seluruh pelosok Nusantara, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

Pada perayaan tahun ini, Puskor Hindunesia mengusung tema “Bangga Bangkit | Bangun: Bersatu dalam Dharma, Berkarya untuk Bangsa.”Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi dalam memperkuat jati diri umat Hindu, bangkit menghadapi tantangan zaman, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Dharma.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hingga malam hari dengan suasana sederhana namun penuh makna. Acara diawali dengan pemotongan tumpeng dan dihadiri jajaran pengurus Puskor Hindunesia NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemangku.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi persembahyangan bersama dan Puja Trisandya untuk memohon waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian dan kesejahteraan. Selain itu, digelar pula dharma wacana singkat yang menekankan pentingnya soliditas umat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta peran aktif dalam pembangunan nasional. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah guna mempererat tali silaturahmi antarrelawan dan pengurus organisasi.

Ketua Puskor Hindunesia NTB, Ni Komang Puspita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia 23 tahun merupakan fase pendewasaan bagi organisasi.

“Melalui momentum persembahyangan di Pura Jagatnatha Mayura ini, kita ingin memperkuat kembali akar spiritualitas kita. Dengan semangat Bersatu dalam Dharma, kita ingin memastikan bahwa setiap langkah Puskor Hindunesia selalu bermuara pada pengabdian kepada bangsa dan negara, berkarya untuk bangsa,” ujarnya.

Puspita juga menegaskan bahwa momentum HUT ini menjadi ajang simekrame antar pengurus dan koordinator daerah (Korda) guna memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput.

“Kita berharap bisa terus bersimekrame dan bersinergi dalam membesarkan organisasi hingga ke akar rumput,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh Hindu di Lombok yang juga Pembina Puskor Hindunesia NTB, Guru Mangku Gede Wenten, mengapresiasi kiprah organisasi yang dinilainya konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial di usia ke-23 tahun.

“Puskor ini sangat luar biasa atas capaiannya di NTB. Banyak kegiatan sosial seperti ngaben massal gratis, pembagian sembako setiap tahun, bantuan kursi roda, hingga penyediaan teh dan kopi di berbagai acara umat Hindu di NTB. Karena ini untuk kepentingan sosial umat, kami sangat mengapresiasi. Sebagai Dewan Pembina saya akan tetap mendukung,” ungkapnya. (red)