Mataram, (postkotantb.com) – Respon cepat ditunjukkan Sat Reskrim Polresta Mataram dalam menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan hewan yang viral di media sosial. Seorang pria berinisial IG, warga Kecamatan Cakranegara, berhasil diamankan setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap seekor anjing di depan minimarket kawasan Komplek Hotel Aston Mataram, Selasa (07/04/2026).

Peristiwa tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat, termasuk komunitas pecinta hewan di Indonesia dan Lombok. Video yang beredar memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap hewan, sehingga memicu gelombang protes dan laporan dari warga.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP.,S.T.K., SIK., M.SI.., membenarkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi.

“Begitu menerima informasi terkait peristiwa tersebut, tim opsnal segera melakukan penyelidikan dan dalam waktu singkat berhasil mengamankan terduga pelaku,” ujarnya, Rabu (08/04/2026). 

Saat ini, terduga IG telah diamankan di Polresta Mataram dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

“Selain terduga, kami juga memeriksa saksi-saksi dan mendalami rekaman CCTV untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa,” tambahnya.

Apresiasi Komunitas Pecinta Hewan

Tindakan cepat kepolisian ini mendapat apresiasi dari komunitas pecinta hewan. Ketua sekaligus pendiri komunitas pecinta hewan Indonesia, Dony Herdaru Tona, menyampaikan terima kasih atas respons sigap aparat.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Polresta Mataram dalam mengamankan pelaku. Ini menunjukkan bahwa kepolisian hadir untuk menjawab keresahan masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga berharap pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada pelaku di lapangan saja, melainkan dapat dikembangkan hingga ke pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya penampung daging hewan.
“Jika memang ada jaringan atau pihak lain di balik praktik ini, kami berharap dapat turut diungkap,” tegasnya.

Polisi Dalami Motif

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepedulian terhadap perlindungan hewan serta respon publik yang luas.

Pengungkapan cepat ini sekaligus mempertegas komitmen Polresta Mataram dalam merespons setiap laporan masyarakat, khususnya kasus yang menimbulkan keresahan publik. (red)