Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Di tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sudah mulai merealisasikan program KSB Maju Luar Biasa dalam membangun klaster ekonomi salah satunya melalui Agribisnis Sapi. Penanaman rumput gajah perdana di Kelompok Tani Ternak (KTT) Ai Nusak, Kecamatan Sekongkang, menjadi awal transformasi peternakan tradisional menuju skala industri modern. Saat ini diawali dengan, penyediaan pakan ternak berkualitas, di mana terdapat dua jenis pakan utama yang dikembangkan yaitu rumput gajah dan lamtoro. 

Inisiatif tersebut diambil, untuk menjawab tantang pasar daging yang saat ini selalu dibutuhkan terutama di perusahaan yg ada di wilayah KSB. Selama ini, pasar tersebut sulit ditembus karena standar kualitas dan harga yang ketat. "Hanya satu caranya: kita penuhi standar mereka agar mereka mengambil apa yang kita punya. 
Kita sesuaikan kualitas dan harganya," tegas Bupati di hadapan para peternak.


Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mendatangkan investasi untuk mengoperasikan kembali Rumah Potong Hewan (RPH) yang sempat beroperasi pada tahun 2013 lalu. RPH ini dijadwalkan mulai memproduksi daging berkualitas pada September mendatang. 

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan lahan seluas 67 hektare di Kecamatan Brang Ene telah disiapkan sebagai pusat penggemukan, yang saat ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan. Sistemnya jelas: RPH hanya akan menerima sapi dengan berat minimal 300 kg. Untuk mencapai itu, pemerintah membangun ekosistem Plasma Pengembangan di mana peternak menggemukkan sapi usia 1,5–2 tahun (berat 200 kg) menjadi siap potong dalam waktu singkat.


Pemerintah memberikan dukungan penuh pada tahun pertama, mulai dari pemberian bibit, pembangunan kandang standar industri, fasilitas air, hingga gudang pakan senilai Rp400 juta per kelompok. Targetnya, pada tahun kedua kelompok tani sudah bisa mandiri. Bupati berharap KTT Ai Nusak menjadi percontohan bagi kelompok lain agar tahun depan seluruhnya sudah mandiri dan bersiklus demi menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Sebagai langkah berkelanjutan, Bupati juga melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan lapangan. Dengan pendampingan ini, diharapkan program agribisnis sapi ini mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat secara nyata dan konsisten. (Amry)