Camat Sumbawa Kaji Penanganan LPG Melon Subsisdi dan Sampah, Tekankan Koordinasi Lintas OPD
Ardiansyah.S.Sos Camat Sumbawa, Foto Istimewa/Bang Jhey/postkotantb.com



Sumbawa Besar, (postkotantb.com) –   Camat Sumbawa, Ardiansyah, mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari distribusi LPG subsidi hingga penanganan sampah rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya kepada media ini saat ditemui usai kegiatan koordinasi bersama pihak terkait pada Jumat, (29/05/2026).

Menurutnya, pengawasan distribusi LPG subsidi perlu mendapat perhatian serius agar tepat sasaran. Ia menilai masih ada masyarakat yang sebenarnya sudah tergolong mampu, bahkan pelaku usaha yang memiliki penghasilan cukup, namun masih menggunakan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram.
“Yang menjadi persoalan di lapangan, kadang masyarakat mempertanyakan kenapa masih ada pihak yang mampu tetapi tetap menggunakan gas subsidi. Padahal sesuai aturan, LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan hanya berperan melakukan pemantauan dan menyampaikan data kebutuhan masyarakat, sementara penentuan kuota berada di pihak terkait seperti agen dan Pertamina. Karena itu, koordinasi terus dilakukan agar distribusi LPG tetap berjalan lancar, termasuk pada hari libur.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar pangkalan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan jangan sampai ada alasan stok tidak tersedia,” jelasnya.

Ardiansyah menegaskan, bahwa pihaknya saat ini masih melakukan kajian terhadap berbagai persoalan tersebut agar langkah yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran. Ia mengaku sebagai pejabat baru di wilayah tersebut, sehingga perlu memahami kondisi lapangan secara menyeluruh sebelum menentukan kebijakan.
“Dalam hal ini kami masih melakukan kajian terlebih dahulu, karena saya juga baru menjabat sehingga perlu melihat dan mengkaji langkah-langkah apa yang tepat untuk dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh penanganan persoalan tetap dilakukan melalui koordinasi lintas OPD dan pihak terkait agar solusi yang diambil dapat berjalan maksimal.
“Kami tentu tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus melalui koordinasi bersama OPD terkait agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain persoalan LPG, Ardiansyah juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di lingkungan masyarakat. Ia berharap adanya dukungan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Menurutnya, masyarakat perlu mulai memisahkan sampah organik dan nonorganik agar pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan bau.
“Kalau sampah organik dicampur dengan plastik dan sampah lainnya, tentu akan menimbulkan bau dan menyulitkan pengolahan. Ini yang harus terus kita sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengakui upaya mengubah pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah tidak mudah dan membutuhkan dukungan tenaga, anggaran, serta keterlibatan semua pihak. Namun demikian, pemerintah kecamatan tetap berupaya memberikan contoh langsung kepada masyarakat, baik di lingkungan Kantor Camat maupun di rumah dinas camat, sebagai bentuk edukasi dan ajakan untuk membiasakan pola hidup bersih serta pengelolaan sampah yang baik di lingkungan masing-masing. Tandasnya.

Pewarta: Syaiful Marjan (Jhey)