![]() |
| Agus Surya Pratama.S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Sumbawa. foto Istimewa |
Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Pelepasan siswa kelas XII SMAN 3 Sumbawa Besar Angkatan XXXIII Tahun Pelajaran 2025–2026 bukan sekadar acara seremonial penuh senyum dan pelukan.
Di balik tema “Dari Mimpi Menuju Kenyataan”, terselip satu pertanyaan penting:
sejauh mana mimpi itu benar-benar akan diperjuangkan?
Kegiatan yang digelar di gedung Pantai Baru Labuhan Sumbawa, Selasa (05/05/2026) ini diramaikan dengan pentas seni siswa-siswi yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Tana Intan Bulaeng. Sebuah pengingat bahwa identitas daerah tidak boleh luntur di tengah arus globalisasi.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Olahraga Wilayah IV Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd, dalam pesannya menegaskan bahwa para lulusan tidak cukup hanya bermimpi. Mereka dituntut menjadi generasi yang mampu membawa nama bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.
“Kejar mimpi hingga ke perguruan tinggi, tapi ingat, kualitas diri adalah penentu masa depan, bukan sekadar gelar,” pesannya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Sumbawa, Agus Surya Pratama, S.Pd, menekankan, bahwa momen purna siswa bukan hanya perpisahan, tetapi juga penguatan nilai.
“Ini bukan akhir, tapi awal ujian sesungguhnya. Jaga nama baik almamater. Jadilah pribadi berkarakter, menjunjung budaya, kearifan lokal, serta beriman dan bertakwa,” tegasnya.
Pelepasan ini menjadi penanda satu fase kehidupan telah usai. Namun di luar gedung, realitas menunggu: dunia yang tak lagi memberi nilai angka, melainkan menuntut daya saing, integritas, dan keberanian menghadapi kegagalan.
*Mimpi memang indah*
Tapi tanpa kerja keras dan konsistensi, ia hanya akan tinggal cerita dan angan angan. (Jhey)





0Komentar