Mataram, (postkotantb.com) - Menghadirkan nuansa alam di rumah dengan lahan terbatas sering kali menjadi tantangan. Namun, memiliki pekarangan yang sempit bukan berarti harus mengubur impian untuk berkebun. Bonsai mini (mame bonsai) hadir sebagai solusi estetis yang sempurna.
Hal ini disampikan Presiden Direktur (Presdir) Kelompok Tani Bonsai The Max I Made Suka, SH., saat Talk Show disela-sela Kontes Bonsai Nasional "Road to The Max 30 CM" di Teras Udayana Mataram Rabu (20/5/2026).
Saat Talk Show satu jam lebih tersebut, Made Suka memberikan ulasan mendalam mengenai kelebihan menanam bonsai mini di pekarangan rumah yang sempit.
Pertama efisiensi lahan yang luar biasa. Karena kelebihan yang utama dari bonsai mini adalah ukurannya yang mini (biasanya berkisar antara 5 hingga 15 cm).
Jadi benar-benar hemat tempat, karena tidak memerlukan halaman yang luas. Cukup sediakan rak bertingkat, meja kecil, atau bahkan memanfaatkan area pagar dan ambang jendela.
Dengan ukurann bonsai mini yang kecil otomatis kapasitasnya pun lebih banyak. Dimana di lahan berukuran 1×1 meter saja, bisa mengoleksi belasan hingga puluhan pot bonsai mini sekaligus tanpa membuat pekarangan terasa sesak.
Kedua estetika tinggi dan kesan mewah. Meskipun ukurannya kecil, bonsai mini tetap mempertahankan proporsi pohon tua di alam liar.
Kehadiran bonsai mini pun memberikan sentuhan seni Jepang yang elegan dan minimalis.
"Secara psikologis, tanaman berukuran mikro di area sempit akan memberikan ilusi optik seolah-olah pekarangan anda memiliki ruang yang lebih proporsional, alih-alih penuh sesak oleh tanaman besar," jelas Made Suka.
Kelebihan menanam binsai yang ketiga adalah perawatan yang lebih praktis dan hemat.
"Merawat pohon besar di lahan sempit bisa menjadi mimpi buruk saat dahan-dahannya mulai liar dan membahayakan bangunan rumah maupun penghuninya," tambah Presdir The Max.
Selain itu, bonsai mini menawarkan kemudahan lain yakni hemat media tanam & pupuk, karena potnya yang kecil, kebutuhan tanah, vitamin, dan pupuk sangat minim.
Saking minimnya, membuat tanaman bonsai mudah dipindahkan. Bahkan jika cuaca sedang buruk atau kita ingin menata ulang pekarangan, dan kita bisa memindahkannya hanya dengan satu tangan.
Bonsai mini juga memiliki nilai ekonomis dan investasi seni
Bonsai bukan sekadar tanaman hobi, melainkan sebuah karya seni yang hidup.
Selain itu, bonsai mini juga memiliki harga jual tinggi. Proses pembentukan (training) bonsai mini membutuhkan ketelatenan. Semakin matang karakter pohonnya, semakin tinggi pula nilai jualnya di mata para kolektor.
Made Suka menyebutkan modal awal pemeliharaan bonsai mini sangat minim. Kita bisa memulainya dari bahan bibit (bakalan) yang murah, lalu membentuknya sendiri seiring berjalannya waktu.
Selain itu, memelihara bonsai mini memberi manfaat Psikologis (Terapi Stres) yang tinggi. Karena merawat tanaman mini di rumah memiliki efek meditasi yang luar biasa.
"Memotong ranting kecil menggunakan gunting khusus, mengarahkan kawat, dan mengamati pertumbuhannya setiap hari dapat menurunkan tingkat stres dan melatih kesabaran setelah seharian lelah beraktivitas," tambahnya.
Kesimpulannya, bagi masyarakat yang memiliki pekarangan sempit, bonsai mini adalah opsi terbaik untuk menyalurkan hobi berkebun tanpa mengorbankan ruang gerak.
"Ia tidak hanya berfungsi sebagai penghijau visual, tetapi juga sebagai karya seni bernilai tinggi yang membawa kedamaian di sudut rumah," tutup Made Suka.
Geliat UMKM di Pameran Bonsai Nasional "Road to The Max 30 CM"
Acara Kontes dan Pameran Bonsai Nasional bertajuk "Road to The Max 30 CM" yang digelar di Teras Udayana, Kota Mataram pada Mei 2026 ini bukan sekadar ajang unjuk estetika tanaman hias.
Sebagai salah satu destinasi ruang publik unggulan di Mataram, Teras Udayana berhasil ditransformasikan menjadi episentrum perputaran ekonomi kreatif baru, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Ketua Ir. Rizaluddin Akbar, Ketua The Max Mataram dalam Talk Show "Road to The Max 30 CM" Rabu (20/5/2026) menyebutkan, salah satu Multiplier Effect dari pagelaran Kontes Bonsai ini adalah kedatangan peserta luar daerah.
"Event nasional ini berhasil menarik ratusan kontestan yang berasal dari sedikitnya empat provinsi, termasuk partisipasi masif secara mandiri dari kabupaten se Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan masuknya ratusan peserta dan tim official ke Kota Mataram menciptakan efek domino (multiplier effect) ekonomi langsung pada UMKM sektor pendukung pariwisata.
Misalnya dari segi akomodasi & homestay, yang mana terjadi peningkatan okupansi penginapan kelas melati, guest house, dan homestay di sekitar kawasan Udayana.
Lalu kuliner lokal (UMKM) seperti pedagang makanan minuman, kedai kopi, dan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalur Udayana mengalami lonjakan omzet harian karena menjadi tujuan utama sarapan, makan siang, hingga nongkrong malam para peserta.
Ditambah lagi aktivasi lapak usaha lewat stand UMKM yang disiapkan oleh pihak panitia di dalam area pameran.
Sinergi ini memastikan bahwa arus pengunjung yang datang untuk melihat bonsai tidak hanya sekadar melintas, melainkan terkonversi menjadi pembeli potensial produk lokal.
"Karena selama kontes ini banyak sekali dijual camilan tradisional dan oleh-oleh kemasan kemitraan lokal serta industri kopi lokal yang sedang bertumbuh pesat di Mataram.
Event ini juga berdampak ekonomi bagi komunitas petani bonsai. Pasalnya dengan adanya event ini maka akan berdampak pada peningkatan nilai jual material.
"Kontes ini menaikkan harga tawar bahan bonsai (bakalan) yang dibudidayakan oleh petani mikro lokal," tambah Rizal, sapaan akrabnya.
Selain itu, event ini juga berdampak pada pengrajin pot semen/keramik, penyedia media tanam, pupuk organik, hingga penyedia jasa pembentukan (styling) bonsai di Kota Mataram kebanjiran pesanan menjelang dan selama pameran berlangsung.
Para penonton Talk Show juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kontes Bonsai Nasional "Road to The Max 30 CM".
Mereka menilai Kontes Bonsai Nasional di Teras Udayana terbukti sukses menjadi mesin penggerak ekonomi jangka pendek yang efektif di tengah situasi ekonomi makro yang menantang.
Mereka juga berharap event berbasis hobi spesifik seperti ini sangat potensial untuk dijadikan kalender tahunan demi menjaga stabilitas arus kas para pelaku UMKM di Kota Mataram.
Pasalnya keberlanjutan ekonomi bergantung pada konsistensi keramaian ruang publik. Suksesnya acara "Road to The Max 30 CM" menegaskan posisi Teras Udayana sebagai wadah yang representatif untuk menggelar pameran berskala besar.
Hal ini membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapat eksposur pasar yang lebih luas menuju agenda yang lebih besar, yaitu The Max International 2027.
Kontes dan Pameran Bonsai Nasional "Road to The Max 30 cm" diselenggarakan di Wisata Teras Udayana, Mataram. Rangkaian acara bergengsi ini digelar selama 6 hari pada 18-23 Mei 2026, menampilkan ratusan karya bonsai terbaik dari kolektor se-Nusantara.
Di event ini bonsai mini akan dinilai oleh juri berkala nasional yakni David Adji (Ketua Team Juri asal Surabaya), I Made Suka, S.H (dari Bali) dan Asep Mulyana (dari Jawa Barat). (red)


0Komentar