Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menghadiri langsung kegiatan Panen Perdana Padi System of Rice Intensification (SRI) Organik di Lahan Pertanian Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT AMNT ini menjadi potret nyata transformasi petani lokal menuju pertanian sehat yang berkelanjutan.
Ketua Presidium Pertanian Organik, Hamzah, menyatakan panen ini merupakan hasil pendampingan yang telah berjalan sejak September 2025. Ia berharap keberhasilan ini didukung regulasi daerah yang kuat. Senada dengan itu, Samsudin Majid mewakili petani meminta kepada pemerintah dan PT AMNT agar pendampingan terus berlanjut hingga petani benar-benar mencapai kemandirian penuh dalam mengelola pertanian organik.
Menanggapi hal tersebut, Bupati, H.Amar Nurmansyah, S.T.,M.Si pun merasa senang dan bangga terhadap hasil pertanian yang ada desa Benete ini. Selain berterima kasih kepada PT AMNT, Bupati juga ingin agar konsep pertanian SRI Organik ini bisa ditularkan kepada petani-petani lainnya agar KSB semakin maju di sektor pertanian sehat.
Bupati menaruh harapan besar agar para presidium yang telah dilatih mampu menjadi 'Duta Organik KSB' yang akan membawa perubahan positif. Ia menekankan bahwa kesuksesan di Desa Benete ini harus menjadi titik awal bagi kemajuan sektor pertanian sehat di Kabupaten Sumbawa Barat secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Bupati memproyeksikan Kecamatan Maluk sebagai laboratorium (wadah pembelajaran) dan akuarium (hasil) bagi petani dari kecamatan lain agar konsep ini dapat direplikasi. Dengan ini, Bupati langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian, Jamilatun, S.P., M.M.Inov., dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., untuk segera memformulasikan program pembelajaran berkelanjutan dalam kurun waktu satu tahun ke depan, guna memastikan manfaat pertanian sehat ini meluas ke seluruh wilayah di Bumi Pariri Lema Bariri.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, manajemen PT AMNT, jajaran Forkopimcam, serta tokoh masyarakat ini ditutup dengan penyerahan beras organik secara simbolis dari Presidium Pertanian Organik sebagai simbol keberhasilan praktik pertanian ramah lingkungan. (Amry)


0Komentar