Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Memasuki hari ketiga, tim gabungan yang terdiri dari Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Poto Tano, Polairud, TNI AL, dan Basarnas masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap seorang penumpang KMP Belida yang nekat melompat ke laut. Namun hingga Selasa sore, proses pencarian tersebut belum membuahkan hasil atau masih nihil. Aksi nekat penumpang tersebut diketahui terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.25 WITA, saat KMP Belida tengah berlayar melakukan perjalanan dari Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.
Kapolres Sumbawa Barat melalui Kapolsek KPL Tano, IPDA Rino Ansori, S.H., menjelaskan bahwa operasi pencarian hari ketiga dimulai sejak pagi hari setelah dilaksanakan apel kesiapan personel di Pelabuhan Poto Tano. Untuk memaksimalkan penyisiran, tim gabungan membagi kekuatan ke dalam tiga armada kapal boat milik KPL Tano, Polairud, dan Basarnas guna menyisir beberapa titik koordinat perairan yang menjadi jalur pelayaran maupun wilayah yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban.
Dalam operasi kali ini, area pencarian dipecah menjadi tiga zona utama. Armada milik Basarnas yang dipimpin langsung oleh Komandan Regu Basarnas, Darwin, dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan Kertasari. Sementara itu, boat milik Polairud yang dipimpin oleh Danru Pos Poto Tano Polairud Polda NTB, BRIPKA Zainuddin, fokus melakukan pencarian di wilayah perairan Pulau Panjang. Di zona lainnya, armada Polsek KPL Tano yang dipimpin langsung oleh Kapolsek KPL Tano, IPDA Rino Ansori, S.H., melakukan penyisiran intensif di sekitar perairan Pulau Kenawa, Pulau Nyamuk, Pulau Kalong, dan sekitarnya.
"Selain melakukan penyisiran fisik di area laut, kami juga bergerak memberikan imbauan secara langsung kepada para nelayan lokal yang tengah melaut di sekitar wilayah perairan Kayangan dan Poto Tano," ujar Kapolsek.
Pihak kepolisian meminta para nelayan untuk segera melapor ke posko petugas terdekat apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban di tengah laut.
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim gabungan di lapangan adalah kondisi alam yang ekstrem. Sekitar pukul 13.00 WITA, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara waktu akibat memburuknya cuaca di tengah laut yang disertai arus sangat kuat serta tidak stabil. Demi menjaga keselamatan personel gabungan di lapangan, operasi hari ketiga dihentikan dengan hasil yang masih nihil, dan direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Rabu esok hari dengan memperluas area pencarian jika kondisi cuaca telah kembali kondusif. (Amry)



0Komentar