Lombok Barat, (postkotantb.com) – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Stanley, S.E., S.SiT., M.M., menghadiri acara Peresmian Lima Bendungan Strategis Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Bendungan Meninting, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/07).

Peresmian yang dipusatkan di Bendungan Meninting tersebut dilakukan secara serentak untuk lima bendungan strategis di Indonesia, yakni Bendungan Meninting (Nusa Tenggara Barat), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh (Aceh), Bendungan Jlantah (Jawa Tengah), serta Bendungan Sidan (Bali). Kelima bendungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan air, ketahanan pangan, penyediaan energi, dan mitigasi bencana hidrometeorologi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, pimpinan instansi vertikal, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan yang mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional. Kehadiran Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan ATR/BPN terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani. Lima bendungan yang diresmikan memiliki fungsi strategis dalam mendukung layanan irigasi seluas sekitar 39.540 hektare, menyediakan air baku bagi masyarakat, mereduksi potensi banjir, serta menghasilkan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air maupun tenaga surya terapung.

Presiden juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat. Menurut Presiden, setiap rupiah yang dibelanjakan negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembangunan bendungan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan, memperkuat ketahanan air nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.


Bendungan Meninting yang menjadi lokasi utama peresmian memiliki arti strategis bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan layanan irigasi bagi lahan pertanian, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan. Infrastruktur ini juga menjadi salah satu pengungkit pembangunan daerah yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pulau Lombok.

Kehadiran Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB dalam agenda kenegaraan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis melalui penyelenggaraan administrasi pertanahan yang profesional, modern, dan berintegritas. Kepastian hukum atas tanah menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin kelancaran pembangunan proyek-proyek strategis nasional.


Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pembangunan infrastruktur strategis dapat terus berjalan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan dan air, serta mewujudkan visi Indonesia yang semakin maju. (Red)

Website : ntb.atrbpn.go.id
Instagram : kanwilbpnntb
Facebook : Kanwil Bpn Ntb
Twitter : KanwilBPNNTB
Tiktok : kanwilbpnntb
Youtube : kanwilbpnntb6257
Hotline ATR/BPN: 0811-1068-0000