Forum tegaskan hadir sebagai warga, bukan perwakilan perusahaan. Imbau masyarakat waspada informasi hoaks soal pembebasan lahan
Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Forum Samawa Intan Bulaeng (SIB) memenuhi undangan diskusi dari LSM BSS, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan warga Desa Jamu, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, pada Jumat, 4 Juli 2026. Pertemuan itu menjadi ruang dialog terkait rencana investasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa.
Ketua Forum Samawa Intan Bulaeng, Fivien Usman, menegaskan kehadiran forum bukan sebagai perwakilan perusahaan maupun pemerintah.
"Kami hadir semata-mata untuk berbagi informasi yang kami ketahui serta menjadi ruang diskusi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai rencana investasi yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Fivien Senin (27/07/2026).
Terkait Pembebasan Lahan: Kewenangan Penuh di Tangan Perusahaan dan Pemilik Lahan
Fivien menjelaskan, dalam proses pembebasan lahan, kewenangan penentuan nilai transaksi sepenuhnya berada pada perusahaan dan pemilik lahan melalui mekanisme yang disepakati bersama.
Forum SIB, kata dia, tidak memiliki kewenangan dalam menentukan nilai tersebut. Namun forum berharap seluruh proses berjalan terbuka, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Komunikasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat sangat penting. Penentuan nilai pembebasan lahan merupakan hasil kesepakatan antara perusahaan dengan pemilik lahan, bukan kewenangan forum," tegasnya.
Imbau Waspada Oknum dan Informasi Tidak Jelas
Dalam kesempatan itu Fivien juga mengimbau warga agar berhati-hati menerima maupun menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya, terutama terkait pembebasan lahan dan rencana investasi.
Ia mengaku menerima laporan dari masyarakat tentang adanya oknum yang diduga mengatasnamakan perusahaan atau menyampaikan informasi tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan perusahaan ataupun menyampaikan informasi yang belum tentu benar. Informasi resmi nantinya akan disampaikan oleh perusahaan maupun pihak yang berwenang," katanya.
Persiapan SDM dan Harapan CSR Tepat Sasaran
Forum SIB juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban agar proses sosialisasi dan tahapan investasi berjalan kondusif.
Selain itu, masyarakat didorong mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja. Menurut Fivien, perusahaan memiliki standar dan persyaratan tersendiri dalam rekrutmen sehingga kesiapan SDM lokal menjadi faktor penting.
Terkait program Corporate Social Responsibility (CSR), Fivien menyebut pelaksanaannya merupakan kewenangan perusahaan bersama pemerintah sesuai ketentuan. Forum berharap program CSR nantinya tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Di akhir kegiatan, Fivien berharap pemerintah dan perusahaan terus memperkuat komunikasi dan sosialisasi.
"Kami hadir bukan mewakili perusahaan ataupun pemerintah, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap Tanah Samawa. Harapan kami, investasi yang direncanakan dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi yang terbuka, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta memberikan manfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa," pungkasnya. (Jhey)




0Komentar