Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa terus mematangkan perencanaan pembangunan rumah sakit di kawasan Sering, Kecamatan Unter Iwes. Salah satu tahapan yang tengah dilakukan adalah penyesuaian dan review Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan ke depan.

Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, M.P.H., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026), mengatakan bahwa proses penyempurnaan DED dilakukan sebagai tindak lanjut hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar dokumen perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan dan perkembangan standar pembangunan rumah sakit.

Menurutnya, proses redesign dan review DED ditargetkan dapat diselesaikan pada September 2026 sehingga hasilnya dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana penganggaran pembangunan pada Tahun Anggaran 2027.
"Dokumen perencanaan sedang kami sempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan pelayanan saat ini. Harapannya, seluruh proses review dapat selesai sesuai target sehingga dapat menjadi dasar untuk tahapan pembangunan berikutnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, penyempurnaan DED juga mencakup evaluasi terhadap desain bangunan, kapasitas pelayanan, serta kebutuhan anggaran yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan saat ini. Dengan demikian, perencanaan pembangunan diharapkan semakin efektif, efisien, dan memenuhi standar pelayanan rumah sakit.

Lebih lanjut, dr. Mega menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan nantinya akan mengikuti kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sesuai kemampuan keuangan daerah maupun dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan sumber pembiayaan lainnya yang dimungkinkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, keberadaan RSUD Sering diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyediaan fasilitas yang lebih representatif, sekaligus memperkuat pengembangan berbagai layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain aspek pembangunan fisik, RSUD Sumbawa juga terus melakukan pembenahan internal melalui penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, digitalisasi layanan, serta penyesuaian sistem pelayanan sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan.
"Sarana dan prasarana merupakan salah satu bagian penting, namun peningkatan kualitas pelayanan juga harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, sistem pelayanan, dan tata kelola yang baik. Seluruhnya terus kami persiapkan secara bertahap," jelasnya.

Saat ini, operasional RSUD Sumbawa masih berlangsung di dua lokasi pelayanan. Manajemen berharap, dengan terealisasinya pembangunan RSUD Sering di masa mendatang, pelayanan kesehatan dapat terintegrasi sehingga semakin efektif dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

dr. Mega menegaskan bahwa pembangunan RSUD Sering merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Oleh karena itu, seluruh tahapan perencanaan terus dilakukan secara cermat agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
"Harapan kami, seluruh proses perencanaan dapat berjalan dengan baik sehingga pembangunan RSUD Sering dapat direalisasikan secara bertahap dan mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa," pungkasnya.

Versi ini lebih bergaya berita pemerintahan, tidak menonjolkan angka-angka yang berpotensi menjadi polemik, tidak menyudutkan pihak mana pun, dan tetap memuat substansi utama mengenai progres pembangunan RSUD Sering. (Jhey)