Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Alun-Alun Kota Taliwang bersiap menjadi pusat kegiatan baru setiap akhir pekan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tengah mematangkan konsep Car Free Night (CFN) sebagai ruang publik untuk interaksi masyarakat, pertunjukan seni, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Rencana ini dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, M.M., di Ruang Rapat Gili Kenawa, Selasa (07/07/2026). Sejumlah perangkat daerah dilibatkan untuk menyusun konsep secara kolaboratif sebelum kegiatan direalisasikan.

Fokus pada UMKM dan Budaya Lokal 

Dalam pemaparan, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda KSB, Syamsul Hidayat, http://S.Pi., http://M.Si., menyampaikan bahwa Car Free Night dirancang bukan sekadar agenda hiburan.
 
- Keterlibatan UMKM: kuliner, produk pertanian, dan perikanan  
- Pasar pangan murah untuk menjangkau masyarakat luas  
- Pertunjukan seni budaya bekerja sama dengan LATS Kemutar Telu (Lembaga Adat Tana Samawa) sebagai upaya mengangkat kearifan lokal Sumbawa Barat

“Car Free Night perlu dirancang secara kolaboratif agar tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi mampu menghadirkan ruang publik yang memberi manfaat bagi masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya,” ujar Sekda Hairul.
  
Alun-Alun Kota Taliwang dipilih karena dinilai strategis dan mudah diakses. Harapannya, kawasan ini menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru.

Saat ini tim masih mematangkan aspek teknis seperti:  
1. Kesiapan lokasi dan fasilitas pendukung  
2. Pelibatan pelaku usaha dan UMKM  
3. Rekayasa lalu lintas agar tidak mengganggu akses ke kawasan Kemutar Telu Center (KTC)

Car Free Night ditargetkan digelar rutin setiap akhir pekan. Namun seluruh rencana masih dalam tahap pembahasan dan akan terus disempurnakan.

Asisten Administrasi Umum turut meminta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti hasil rapat. Tujuannya agar CFN bisa segera berjalan dan mencerminkan identitas lokal Kabupaten Sumbawa Barat. (Amry)