93 SD dan 38 SMP se-Sumbawa Barat ikut serta. Budaya harus diajarkan sejak sekolah dan keluarga agar tidak punah
Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Generasi muda disebut sebagai kunci keberlanjutan budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov saat membuka Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026 di Halaman Depan Masjid Agung, Taliwang, Senin (27/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung 27-30 Juli 2026 ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Agus S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini dilatarbelakangi pemikiran bahwa kebudayaan adalah warisan yang menjadi identitas dan jati diri daerah. Karena itu, pelestarian budaya perlu dimulai sejak sekolah.
"Pekan Kebudayaan Daerah tahun ini diikuti 93 dari 116 SD dan 38 dari 42 SMP se-Kabupaten Sumbawa Barat," ujar Agus.
Menurutnya, ada empat tujuan utama kegiatan ini:
1. Menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap seni dan budaya daerah
2. Melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya lokal melalui pendidikan yang kreatif dan partisipatif
3. Memberi ruang apresiasi bagi siswa menampilkan karya dan prestasi di bidang seni dan budaya
4. Mendorong regenerasi pelaku seni budaya sejak usia sekolah
Budaya Harus Masuk Sekolah dan Keluarga
Wabup Hanipah menekankan pengenalan budaya tidak boleh berhenti pada perlombaan saja. Ia mendorong agar muatan lokal dan pembelajaran seni dimasukkan ke sekolah.
"Tentang budaya, belajar tentang tarian, belajar tentang seni-seni lainnya. Nah itu harus kita perkenalkan kepada anak-anak kita agar tradisi dan budaya ini tidak akan punah dimakan zaman. Karena kalau kita tidak memperkenalkan melalui orang tua, melalui guru, melalui guru tari, penari dan lainnya, tentu mereka tidak akan mengenal," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Pekan Kebudayaan sebagai momentum memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal KSB. Mulai dari tarian tradisional, musik tradisional, cerita rakyat, tenun, bahasa daerah, hingga kuliner dan kerajinan khas daerah.
Kolaborasi Tradisi dan Inovasi
Di sisi lain, Wabup mendorong pelestarian budaya tetap mempertahankan karakter budaya masa lalu, namun dikolaborasikan dengan inovasi yang relevan agar lebih mudah diterima generasi muda.
"Budaya kita harus tetap otentik, tapi kemasannya bisa mengikuti perkembangan zaman. Dengan begitu anak-anak sekarang lebih tertarik," tambahnya.
Selain penguatan karakter, Wabup Hanipah juga mendorong kegiatan kebudayaan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal kepada masyarakat.
Pekan Kebudayaan Daerah 2026 diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan untuk menjaga identitas Sumbawa Barat di tengah arus modernisasi. (Amry)




0Komentar