Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar rapat koordinasi sosialisasi penerapan sistem _e-voting_ untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026.
Pertemuan berlangsung di Taliwang, Rabu (05/08/2026), dan menjadi langkah awal Pemkab KSB mematangkan tata kelola demokrasi desa menuju era digital.
Dihadiri Pimpinan Daerah dan 21 Desa Peserta
Rakor ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Barat dan Ibu Wakil Bupati. Kehadiran pimpinan daerah dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah mendukung Pilkades berbasis teknologi.
Turut hadir jajaran pejabat Pemda, para Camat, Kepala Desa dari 21 desa peserta Pilkades, serta Tim Pembina Pilkades. Forum ini bertujuan menyamakan persepsi terkait teknis pelaksanaan e-voting di lapangan.
DPMD KSB juga menghadirkan Tim Teknis dari PT INTENS selaku penyedia teknologi pemungutan suara elektronik.
Dalam pemaparannya, tim menjelaskan cara kerja alat, sistem keamanan, hingga simulasi pemungutan dan penghitungan suara secara offline.
Kepala DPMD KSB H. Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd. menyampaikan, e-voting dipilih karena lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Kelebihan lainnya, perangkat beroperasi offline sehingga tidak tergantung jaringan internet.
"Sistem ini diharapkan bisa menggantikan sistem coblos manual yang selama ini memakan waktu dan biaya besar," ujarnya.
Bupati Sumbawa Barat menegaskan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Ia menyebut KSB harus berani menjadi pelopor di NTB dalam menerapkan teknologi untuk demokrasi desa.
"Kita ingin Pilkades 2026 berjalan sukses, aman, damai, dan menjadi contoh modernisasi demokrasi di tingkat daerah. Dengan e-voting, kita wujudkan pemilihan yang cepat, hemat, dan minim konflik," tegas Bupati.
Di akhir rapat, peserta menyepakati rencana tindak lanjut berupa sosialisasi hingga ke tingkat desa. DPMD bersama PT INTENS akan turun langsung memberikan pelatihan kepada panitia dan petugas TPS.
Dengan persiapan yang matang, Pemkab Sumbawa Barat optimis implementasi sistem e-voting pada Pilkades Serentak 2026 dapat berjalan lancar dan menjadi sejarah baru demokrasi di Nusa Tenggara Barat. (Amry)


0Komentar