Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Kekurangan jam belajar siswa SMAN 2 Sumbawa hingga 2,5 jam akibat penerapan sistem _double shift_ selama 2 tahun terakhir akhirnya disiasati pihak sekolah. 

Mulai tahun ajaran 2026/2027, sekolah memberlakukan sistem moving class dengan jam masuk pagi untuk semua siswa. Salah satu langkahnya: memanfaatkan Musholla SMAN 2 Sumbawa sebagai ruang kelas tambahan.

Pantauan awak media, Senin (24/8/2026), menunjukkan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di musholla. Ini dilakukan agar target jam pelajaran siswa tidak terus tergerus.

"Keterbatasan ruang tidak boleh jadi alasan hak siswa untuk belajar secara utuh terabaikan," tulis keterangan dari pihak sekolah.

Selama dua tahun terakhir SMAN 2 Sumbawa menerapkan belajar pagi dan siang karena keterbatasan ruang kelas. Konsekuensinya, setiap siswa kehilangan sekitar 2,5 jam pelajaran per hari.

Dengan moving class, semua siswa kini masuk pagi. Seluruh fasilitas sekolah dimaksimalkan, termasuk ruang yang sebelumnya tidak difungsikan untuk kelas.

Langkah ini diapresiasi karena menunjukkan inisiatif sekolah mengejar ketertinggalan jam belajar.

*Dinas Did dorong Segera Revitalisasi*
Meski begitu, kondisi ini dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut. Kekurangan sarana pendidikan dinilai menyangkut langsung hak siswa atas layanan belajar yang layak.

Dinas Pendidikan dan instansi terkait didorong segera menggenjot program revitalisasi sarana dan prasarana SMAN 2 Sumbawa.

"Program moving class patut diapresiasi sebagai inovasi. Tapi pemerintah daerah dan pihak berwenang tidak boleh berhenti di apresiasi. Solusi permanen lewat penambahan ruang kelas harus segera diwujudkan," ujar sumber di lingkungan sekolah.


Jangan sampai kreativitas sekolah justru menjadi solusi permanen atas persoalan yang sejatinya tanggung jawab pemerintah.

Siswa seharusnya fokus belajar, bukan kehilangan waktu belajar karena keterbatasan fasilitas.

Hak belajar siswa adalah hak dasar yang tidak boleh dikorbankan. Kini bola berada di tangan Dinas terkait: segera bertindak, genjot revitalisasi, dan pastikan tidak ada lagi jam belajar siswa yang hilang. (Jhey)