Lombok Barat, (postkotantb.com) — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lembar 2026 resmi dimulai. Pemerintah Desa Lembar bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lembar menggelar rapat pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa di Aula Kantor Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (13/8/2026).
Rapat yang diawali dengan lagu Indonesia Raya ini dihadiri Kepala Desa Lembar, Ketua dan anggota BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.
Pembentukan Acukan 4 Regulasi
Ketua BPD Desa Lembar, Kamarudin, mengatakan pembentukan panitia dilakukan setelah memastikan dasar hukum yang menjadi landasan Pilkades.
“Alhamdulillah, undangan yang hadir lebih dari 90 persen. Ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa cinta kita terhadap desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panitia mengacu pada UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, PP Nomor 16 Tahun 2026, serta Perbup Lombok Barat Nomor 55 Tahun 2026 dan ketentuan lainnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, Pilkades Lombok Barat 2026 akan dilaksanakan serentak di 77 desa, termasuk Desa Lembar.
BPD berharap panitia yang terbentuk dapat bekerja secara profesional, berintegritas, dan netral.
“Panitia ibarat wasit dalam pertandingan sepak bola. Karena itu harus memiliki rasa tanggung jawab, kejujuran dan netralitas. Kita berharap tidak ada masalah sedikit pun dalam kontestasi Pilkades nantinya,” tegas Kamarudin.
Ia juga mengingatkan agar semua pihak belajar dari pengalaman desa lain yang pernah mengalami konflik saat pemilihan. Suasana demokratis, aman, dan kondusif harus dijaga hingga kepala desa terpilih dilantik.
Anggaran Pilkades dari APBD dan APBDes
BPD menyampaikan total anggaran Pilkades Desa Lembar bersumber dari dua pos.
Bantuan dari APBD Kabupaten Lombok Barat awalnya Rp35 juta untuk 7 TPS. Setelah ada penambahan 1 TPS, alokasinya naik menjadi sekitar Rp38 juta. Dana itu untuk kotak suara, surat suara, pengamanan, hingga pelantikan.
Sementara dari APBDes, pemerintah desa telah menganggarkan sekitar Rp50 juta pada Tahun 2025 sesuai RAB yang disusun untuk mendukung tahapan Pilkades.
“BPD berharap seluruh proses pemilihan dapat berjalan aman, lancar, transparan dan tanpa persoalan hingga kepala desa terpilih resmi dilantik,” kata Kamarudin.
Kades Sainah: Pilih dengan Hati Nurani
Kepala Desa Lembar, Sainah, mengapresiasi antusiasme warga dalam pembentukan panitia. Ia berharap seluruh tahapan berjalan aman, damai, dan demokratis.
“Kita tentu berharap pemilihan ke depan berjalan aman, lancar dan damai. Semoga kepala desa yang terpilih nantinya mampu membawa desa kita lebih maju dan lebih sejahtera,” ungkapnya.
Sainah menyebut Desa Lembar kini sudah naik status dari desa berkembang menjadi desa maju. Namun masih ada indikator pembangunan yang perlu ditingkatkan. Karena itu ia menekankan pentingnya sinkronisasi program desa dengan kebijakan kabupaten dan provinsi.
Ia juga mengajak warga mengubah pola pikir agar lebih produktif.
“Kita ingin masyarakat menjadi masyarakat yang produktif, bukan konsumtif. Jangan sampai bantuan yang diterima dianggap sebagai mata pencaharian. Pola pikir seperti ini harus kita ubah di tengah perkembangan zaman digital dan modern,” katanya.
Menjelang Pilkades, Sainah mengingatkan agar warga tidak menjadikan materi sebagai ukuran memilih. Warga diminta memilih berdasarkan hati nurani, kemampuan, dan integritas calon.
“Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan kemudian keluarga dan masyarakat terpecah. Mari kita kedepankan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan persaudaraan,” pesannya.
Ia menutup dengan ajakan menjaga keamanan dan ketertiban bersama selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. (Ramli Jamak)



0Komentar