Ternate, (postkotantb.com) — Kabupaten Sumbawa resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2028.
Keputusan itu ditetapkan dalam Rakernas XII JKPI di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 26–30 Agustus 2026. Dengan 79 kabupaten/kota anggota JKPI, Rakernas di Sumbawa diproyeksikan menjadi agenda nasional berskala besar.
Bupati Sumbawa, Ir. H.Syarafuddin Jarot, M.P., menyebut penunjukan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia meminta seluruh jajaran Pemkab Sumbawa segera memulai persiapan.
“Sumbawa harus mulai bersiap dan berbenah dari sekarang. Kita punya waktu untuk menyiapkan semuanya dengan baik, sehingga ketika delegasi dari seluruh Indonesia datang, mereka tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga melihat dan merasakan jati diri Tana Samawa,” ujar Bupati Jarot.
Persiapan Menyeluruh, Bukan Sekadar Acara
Menurut Jarot, sukses JKPI 2028 tidak hanya diukur dari lancarnya acara. Sejumlah aspek harus dibenahi bertahap, mulai dari:
- Infrastruktur dan penataan kawasan kota pusaka
-
Kebersihan lingkungan dan ruang publik
- Akomodasi, transportasi, dan pelayanan tamu
- Produk ekonomi kreatif, UMKM, dan cendera mata khas Sumbawa
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat. Pengalaman Ternate sebagai tuan rumah Rakernas XII dengan 900+ peserta menjadi rujukan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, pelaku usaha, komunitas budaya, pelaku pariwisata, UMKM dan generasi muda harus ikut mengambil bagian. Kota yang akan dilihat orang adalah kota kita bersama,” tegasnya.
Perkenalkan Sakeco dan Kekayaan Tana Samawa di Ternate
Kesempatan Rakernas XII di Ternate juga dimanfaatkan delegasi Sumbawa untuk memperkenalkan budaya. Salah satunya penampilan Sakeco, seni tradisi Samawa yang berisi pesan, nasihat, dan kearifan lokal.
Delegasi Sumbawa turut hadir dalam seminar, master class, festival gastronomi, pasar malam Indonesia, hingga kunjungan situs bersejarah.
Bagi Pemkab Sumbawa, rangkaian itu menjadi “sekolah” sebelum menerima estafet tuan rumah.
Pusaka sebagai Kekuatan Pembangunan
Kabupaten Sumbawa memiliki kekayaan pusaka beragam: peninggalan Kesultanan Sumbawa, kawasan bersejarah, tradisi lisan, tenun, kuliner, hingga nilai-nilai masyarakat Samawa.
“JKPI 2028 harus menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa pusaka bukan hanya cerita masa lalu. Pusaka adalah identitas yang bisa menjadi kekuatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati Jarot.
Estafet tuan rumah JKPI selanjutnya adalah Kota Bandung pada 2027, baru kemudian Sumbawa pada 2028. Dengan waktu 2 tahun persiapan, Pemkab ditargetkan membenahi Tana Samawa secara terencana dan berkelanjutan.
JKPI 2028 diharapkan tak hanya jadi agenda nasional, tapi juga panggung untuk memperkenalkan pusaka, budaya, pariwisata, dan jati diri Tana Samawa ke seluruh Indonesia. (Jhey)







0Komentar