Pemotongan rambut pertama diiringi doa agar tumbuh jadi anak sholeh


Lombok Utara, (postkotantb.com) – Suasana haru dan syukur menyelimuti kediaman keluarga Hendra di Anjah, Dusun Goa, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (25/08/2026), ba’da Ashar.

Keluarga besar menggelar acara selakaran sekaligus aqiqah dan pemotongan rambut pertama untuk putra tercinta mereka. 

Selakaran merupakan tradisi masyarakat Sasak di Lombok Utara sebagai bentuk syukur atas keselamatan dan kesehatan bayi, biasanya digelar saat usia 40 hari hingga beberapa bulan. 

Dipadukan dengan aqiqah dan potong rambut, acara ini menjadi wujud rasa terima kasih kepada Allah SWT sekaligus memohon doa agar sang anak tumbuh sehat, sholeh, dan bermanfaat.

Sejak ba’da Ashar, rumah Hendra sudah dipenuhi tamu. Tetangga, kerabat, tokoh agama, dan warga Dusun Goa datang membawa doa dan hidangan. Tenda sederhana, tikar di halaman, dan aroma masakan khas Lombok seperti ayam betutu dan sate menambah kehangatan acara.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin Bapak Siarsah, kiyai masjid setempat. Dalam tausiahnya beliau mengingatkan pentingnya mendidik anak dengan akhlak, ilmu, dan kasih sayang sejak dini.

Momen paling ditunggu adalah prosesi pemotongan rambut pertama sang putra. Rambut si kecil dipotong sedikit oleh orang tua, lalu ditimbang dan nilainya disedekahkan. Prosesi ini diiringi shalawat dan doa agar kelak menjadi kebanggaan keluarga, agama, dan bangsa.

“Alhamdulillah anak kami diberi kesehatan. Lewat acara ini kami juga ingin berbagi rezeki dan mempererat silaturahmi dengan tetangga,” ujar Hendra saat menyambut tamu.

Ibu-ibu sibuk di dapur umum, bapak-bapak menata kursi dan sound system, sementara anak-anak berlarian membawa kantong berkat. Kesederhanaan itulah yang membuat acara terasa begitu hangat.

Acara ditutup dengan makan bersama dan doa untuk sang bayi. Para tamu mendoakan agar putra Hendra tumbuh menjadi anak yang berbakti, berguna bagi masyarakat Dusun Goa dan Desa Bentek, serta mengharumkan nama Lombok Utara.

Di tengah arus zaman, tradisi seperti selakaran tetap dijaga warga Gangga. Bukan hanya sebagai adat, tapi pengingat bahwa membesarkan anak adalah tanggung jawab bersama.

Semoga Allah memberkahi keluarga Hendra dan menjadikan sang putra anak yang sholeh, cerdas, dan berakhlak mulia. Aamiin.

-