![]() |
| Kepala Desa Labuapi Haji Amanah, S.H. saat menunjukkan hasil panen buah melon. Foto Istimewa |
Lombok Barat, (postkotantb.com) - Gelaran Panen Perdana Wisata Petik Melon Bertajuk Open Farm Melon Sweet Lavender yang diadakan oleh Pemerintah Desa Labuapi bersama BUMDES dan petani melon setempat pada Sabtu-Minggu (01-02/08/2026) berhasil menyedot pengunjung datang dari berbagai wilayah.
Saking antusiasmenya,panen perdana yang sedianya dilaunching pada pukul 07.00 wita tersebut,bahkan sudah dibanjiri pencinta melon sejak pukul 05.30 wita.Sehingga stock melon ludes dalam waktu singkat.Meski harganya terbilang cukup tinggi berkisar Rp.25.000 hingga Rp.45.000.
Kepala Desa Labuapi Haji Amanah, S.H. kepada media ini menuturkan keberadaan melon hidroponik memang sangat laris dan begitu disukai masyarakat.Hal yang jadi daya tarik utama,terdapat 3 (tiga) varietas melon yakni honey hami,lavender,dan the blues.Rasanya manis alami,segar,renyah,kulit dan daging orange,terpenting layak makan atau bisa dikonsumsi langsung ndak gatel tenggorokan.
"Melon hidroponik ini memang sangat laris dan disukai oleh masyarakat,jadi bukti melon Labuapi laku,"katanya.
Ia menerangkan,keberadaan wisata kebun melon lahir dari program ketahanan pangan yang di serahkan Pemdes Labuapi ke Bumdes untuk pengelolaannya.Tujuannya menjadi salah satu bidang untuk mendongkrak sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Alhamdulillah, mulai tahun 2025, Bumdes bisa memberikan kontribusinya untuk Desa,"ungkapnya.
Selain melon terdapat juga di areal agro wisata kebun jambu kristal.Kedua komoditi itu telah berjalan baik dan disiapkan jadi solusi serta langkah antisipatif apabila kedepan Dana Desa dihapus.
Untuk memaksimalkannya,Pemdes Labuapi bercita-cita ingin membuat green house lebih banyak lagi.Karena ketersediaan yang ada saat ini tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi.
"Alhamdulillah sekarang kita sudah punya 5 green house dengan kapasitas 400 dan 800 buah,"imbuhnya.
Sehingga kedepan,pengelolaan green house agro wisata kebun melon dan jambu kristal oleh Bumdes bisa penuhi permintaan pasar,bergerak maju,sejahtera untuk Desa dan Masyarakat.
Terpisah, Sumiati (43) salah seorang pengunjung dari Desa Terong Tawah mengaku keberadaan kebon melon ini jadi sesuatu yang diidam idamkan.Rasanya beda manis legit renyah,apalagi bisa petik langsung.Ia sendiri terlambat datang ke lokasi.Namun sangat bersyukur masih dapat kebagian jatah meskipun hanya 1 buah saja.
"Saya agak kecewa sih,cuman dapet 1 biji,tapi untung aja dapet daripada kosong,"ucapnya.
Ia berharap,penyelenggara kedepan mampu menyediakan lebih banyak lagi stock buahnya atau perluasan kebun supaya pengunjung yang datang puas.
Terpantau,wisata kebon melon Desa Labuapi itu juga menyita perhatian dan mendapat apresiasi penuh dari salah seorang anggota DPD RI Dapil NTB yang turut menikmati buahnya langsung ditempat. (irs)





0Komentar