Lombok Utara, (postkotantb.com) - Puluhan warga Dusun Jangkar, Desa Samaguna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengeluhkan kondisi akses jalan menuju kampung mereka yang tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.
Jalan tersebut diklaim sudah hampir 25 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Keluhan itu disampaikan warga secara ramai-ramai di hadapan awak media, Kamis (17/09/2026) siang.
"Selama ini kami hanya mendapatkan janji-janji pada saat ada maunya saja," ujar salah satu perwakilan warga Dusun Jangkar.
Menurut warga, akses jalan menuju Dusun Jangkar semestinya wajib mendapat perhatian serius. Pasalnya di dusun tersebut terdapat fasilitas umum yang vital, yakni 2 wihara, 1 musala, dan 1 Sekolah Dasar (SD).
"Kenapa sampai saat ini Pemda KLU masih diam saja? Padahal di dusun ini ada tempat ibadah dan sekolah," keluh warga.
Warga mengaku merasa seperti dianaktirikan oleh pemerintah setempat karena minimnya toleransi dan perhatian pembangunan.
68 Rumah Korban Gempa 2018 Belum Dapat Bantuan
Tak hanya soal jalan, warga juga menyoroti ketidakmerataan bantuan pasca gempa bumi tahun 2018 silam yang meluluhlantakkan Lombok Utara.
Warga menyebut, hingga saat ini terdapat 68 unit rumah di Dusun Jangkar yang rusak berat namun belum tersentuh bantuan gempa sama sekali.
"Rumah kami rata-rata rusak berat pasca gempa 2018 sampai sekarang tidak dapat bantuan. Sementara di dusun lain ada yang dapat dobel bantuan rumah. Ada apa dengan semua ini?" protes warga.
Kadus: Pernah Gotong Jenazah 5 Kilometer
Kepala Dusun Jangkar, Aprianto, membenarkan keluhan warganya. Ia meminta Pemda Lombok Utara segera mengambil langkah serius untuk membuka akses jalan.
Akibat akses yang sulit dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, aktivitas warga sangat terganggu, terutama dalam kondisi darurat.
"Jika ada yang sakit atau melahirkan, bisa-bisa lahir di jalan karena sulitnya akses menuju kampung ini," ungkap Aprianto.
Bahkan, warga kerap harus menggotong jenazah secara manual sejauh 5 kilometer menuju dusun karena mobil tidak bisa masuk.
"Contohnya saat orang tua saya meninggal di rumah sakit bulan lalu, kami menggotong jenazah almarhum sepanjang 5 kilometer dengan alat seadanya," tuturnya.
Pihaknya bersama seluruh masyarakat Dusun Jangkar berharap Pemda Lombok Utara segera membuka akses jalan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan mempermudah akses pelayanan publik.
"Kami sangat berharap Pemda segera membukakan kami akses jalan menuju Dusun Jangkar," tutupnya.
Pewarta: Sabdanom


0Komentar