69 Hektare Lahan di Kokarlian Disiapkan untuk Markas Batalyon Baru TNI di Sumbawa Barat
![]() |
| Asisten Logistik Kodam IX/Udayana Kolonel Inf.Is Abulrasi, S.E bersama tim meninjau langsung lokasi lahan di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Jumat (18/9/2026). Foto Istimewa |
Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - Keseriusan TNI bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk membangun Batalyon baru di Pulau Sumbawa kian nyata. Asisten Logistik (Aslog) Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Is Abulrasi, S.E bersama tim meninjau langsung lokasi lahan di Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Jumat (18/9/2026).
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut komitmen Pemda KSB yang telah menyiapkan lahan untuk memperkuat pertahanan wilayah Sumbawa bagian barat.
Lokasi yang ditinjau dinilai sangat strategis. Memiliki akses jalan yang memadai dan topografi yang mendukung untuk pembangunan markas militer.
Rombongan Kodam IX/Udayana disambut perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa Barat. Hadir Kepala Bidang Tata Ruang Ir. Muhammad Naf'an, S.T., M.M.Inov yang memaparkan detail teknis tata ruang.
Turut mendampingi di lapangan Pasilog Kodim 1628/Sumbawa Barat, Kasdim 1628, Danramil Poto Tano, dan Kepala Desa Kokarlian. Sinergi TNI dan pemerintah daerah terlihat solid di lapangan.
Kabid Tata Ruang menjelaskan, Pemda KSB telah menyiapkan total lahan seluas 69 hektare. Dari jumlah itu, 63 hektare dialokasikan khusus untuk tapak Batalyon dan fasilitas utamanya, sementara sisanya untuk fasilitas pendukung.
Penyiapan tata ruang, kata Naf'an, telah disesuaikan dengan RTRW Kabupaten Sumbawa Barat dan telah dikaji dari aspek kelayakan, aksesibilitas, hingga ketersediaan sumber daya pendukung.
Untuk legalitas, proses Penetapan Lokasi (Penlok) saat ini sedang berjalan.
"Penlok sudah kami proses, tapi untuk pembebasannya melalui Kanwil Provinsi karena di atas 5 hektare," jelas Naf'an.
Ia menambahkan, mekanisme pembebasan lahan seluas itu memang harus melalui Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB sesuai peraturan pertanahan yang berlaku.
Sementara untuk anggaran konstruksi, direncanakan akan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Dinas PUPR KSB memastikan akan mengawal seluruh tahapan administrasi agar pembangunan bisa dimulai tepat waktu.
Di sela peninjauan, Aslog Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Is Abulrasi menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Pemda KSB.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati KSB yang sudah menyediakan lahan untuk pembangunan batalyon buat kami TNI," ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran Batalyon di KSB tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga akan menjadi motor penggerak ekonomi wilayah.
"Apabila sudah dibangun batalyon ini, saya melihat pasti harga tanah di sekitar akan naik. Ekonomi juga pasti meningkat di masyarakat, UMKM pasti jalan, karena kebutuhan para personel di batalyon mencapai 1.000 personel, itu juga semua termasuk membawa keluarga masing-masing," pungkasnya.
Selain Batalyon, Pemda KSB juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat di sekitar kawasan tersebut. Dua fasilitas strategis ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru dan membuka lapangan kerja bagi warga KSB. (Amry)




0Komentar