Mataram, (postkotantb.com) - Suasana haru mewarnai konferensi pers pengungkapan kasus konvoi sepeda motor sambil membawa senjata tajam (sajam) yang sempat meresahkan warga Kota Mataram. Belasan pemuda dan remaja yang sebelumnya diamankan polisi akhirnya dikembalikan kepada orang tua masing-masing.
Pengembalian dilakukan Polresta Mataram di sela konferensi pers di Gedung Wira Pratama Mapolresta Mataram, Selasa (15/09/2026).
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Asisten I Kota Mataram L. Martawang, Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi, perwakilan Dinas Sosial Kota Mataram dan Lombok Barat, Dinas PPA Kota Mataram dan Lombok Barat, Kasat Pol PP Kota Mataram dan Lombok Barat, para orang tua/wali, tokoh masyarakat, serta awak media.
Kasus ini bermula dari aksi konvoi sepeda motor yang dilakukan sekelompok pemuda dan remaja pada awal September 2026. Dalam aksi tersebut, beberapa orang terlihat mengayunkan senjata tajam.
Aksi itu terekam video dan beredar luas di media sosial hingga memicu kecemasan di tengah masyarakat Kota Mataram.
Merespons keresahan tersebut, Polresta Mataram menggelar operasi gabungan yang melibatkan seluruh tim operasional Polresta dan Polsek jajaran. Sebanyak 22 orang berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti.
Setelah melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan intensif, penyidik menetapkan 6 orang sebagai tersangka. Dua tersangka merupakan orang dewasa dan ditangani Unit Pidana Umum (Pidum), sedangkan empat lainnya masih berstatus anak dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Sementara belasan lainnya tidak terbukti memenuhi unsur pidana dan kemudian diserahkan kembali kepada orang tua.
"Hari ini kami telah menyerahkan belasan terduga yang sempat kami periksa dan amankan sebelumnya kepada orang tua masing-masing. Ini kita lakukan setelah proses penyelidikan yang dilakukan," ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., usai konferensi pers.
Kapolresta berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting, tidak hanya bagi anak-anak yang sempat diamankan, tetapi juga bagi para orang tua.
"Kami berharap peristiwa ini cukup menjadi pelajaran penting bagi kita para orang tua agar ke depan pengawasan, perhatian serta dukungan kepada anak-anak kita lebih ditingkatkan," ucapnya.
Ia menegaskan, keluarga menjadi benteng utama agar anak tidak terjerumus kembali dalam perbuatan yang berpotensi berhadapan dengan hukum.
Asisten I Kota Mataram L. Martawang menyampaikan apresiasi kepada Polresta Mataram atas respons cepat terhadap keresahan masyarakat.
"Terima kasih kepada Kapolresta Mataram yang dalam waktu singkat sejak aksi itu mulai viral dan meresahkan, Polresta Mataram langsung bergerak cepat dan membuahkan hasil. Ini tentu membuat masyarakat kita menjadi semakin tenang dan aman dalam beraktivitas," ucap L. Martawang.
Sementara itu, rasa haru terlihat dari salah seorang orang tua yang menerima kembali anaknya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Polresta Mataram karena telah memberikan kesempatan kepada anaknya untuk kembali ke tengah keluarga.
"Semoga ini menjadi pelajaran bagi kami agar ke depannya anak-anak ini dapat berubah ke arah yang positif," ucapnya dengan penuh haru.
Polresta Mataram menegaskan penanganan kasus ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, pemerintah hingga aparat penegak hukum. (Red)


0Komentar