Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarifuddin Jarot, M.P. menegaskan pentingnya menjaga dan menghidupkan nilai-nilai adat Samawa sebagai bagian dari karakter masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Mudzakara LATS 2026 yang berlangsung di Aula Panglima Saleh, Kantor Camat Moyo Utara, Rabu (16/9/2026).


Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), unsur pemerintah kecamatan serta Forkopimcam itu menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan dan perkembangan adat budaya Samawa.

Bupati Jarot menilai keberadaan lembaga adat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus menjadi bagian dari pembangunan karakter masyarakat. Karena itu, pelestarian adat tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai adat Samawa memiliki keterkaitan erat dengan tata kehidupan sosial masyarakat. Nilai tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar identitas Tau Samawa tetap kuat di tengah perubahan sosial dan arus globalisasi.

Dalam konteks tersebut, Bupati mendorong agar pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat dan seluruh unsur terkait terus membangun komunikasi serta sinergi. Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat membuat berbagai program pelestarian adat dan budaya berjalan lebih terarah hingga tingkat kecamatan dan desa.


Mudzakara LATS 2026 sendiri menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya pelaksanaan musyawarah tahunan tersebut digelar di luar wilayah Sumbawa Besar, yakni di Kecamatan Moyo Utara.

Ketua Pajatu Adat LATS, Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Si., sebelumnya menyampaikan bahwa perlu ada penguatan hubungan antara lembaga adat dengan pemerintah kecamatan hingga desa/kelurahan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengawal program-program adat agar dapat diterapkan secara lebih luas.

Selain membahas penguatan kelembagaan, forum tersebut turut membicarakan pranata adat serta berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan tradisi. Pembahasan diarahkan untuk mencari bentuk pelaksanaan adat yang tetap menjaga nilai warisan leluhur sekaligus mampu menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.


Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, keberadaan lembaga adat dan forum seperti Mudzakara menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan identitas budaya Samawa. Sinergi antara pemerintah dan lembaga adat diharapkan terus diperkuat agar adat dan budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat masa kini. (Jhey)