Mataram, (postkotantb.com) - Kabar membanggakan datang dari dunia jurnalistik Nusa Tenggara Barat. Empat wartawan asal Kabupaten Sumbawa Barat berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat lulusan terbaik dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Muda.
Keempat wartawan tersebut adalah Sudirman Bogie, Riyan Kiswanto, Imam Fauzan, dan Zulkifli Bujir. Mereka tidak hanya dinyatakan kompeten, namun juga meraih nilai di atas rata-rata peserta lainnya.
Prestasi tersebut diumumkan secara resmi oleh Direktur Solopos Institute, H. Syifaul Arifin, dalam penutupan UKW yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB bekerja sama dengan Solopos Institute.
Kegiatan UKW tersebut berlangsung di lantai 6 Gedung Bank NTB Syariah, Mataram, pada Sabtu (27/09). Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-NTB.
Dari total 22 peserta, sebanyak 20 orang dinyatakan kompeten sebagai wartawan muda yang profesional. Sementara 2 peserta lainnya dinyatakan belum kompeten dan diharapkan dapat mengikuti pembinaan lanjutan.
Capaian 4 wartawan Sumbawa Barat ini menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, mereka mampu menjawab seluruh materi uji dengan sangat baik di hadapan tim penguji dari Solopos Institute.
Dalam keterangannya, H. Syifaul Arifin menegaskan bahwa Uji Kompetensi Wartawan bukanlah sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat yang dipajang di dinding.
Menurutnya, UKW adalah penanda profesionalisme dan tanggung jawab moral seorang wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menjelaskan ada lima alasan utama mengapa UKW sangat penting. Pertama, sebagai pembeda antara wartawan profesional dan wartawan abal-abal.
Kedua, untuk menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai landasan kerja wartawan.
Ketiga, UKW menjadi bentuk perlindungan hukum bagi wartawan itu sendiri ketika menghasilkan karya jurnalistik. Keempat, untuk meningkatkan kredibilitas di mata narasumber dan publik.
Dan kelima, UKW penting untuk mengawal masa depan media yang sehat dan berperan dalam mewujudkan desa berdaya melalui informasi yang akurat.
"Tanpa UKW, kamu hanya bisa menulis. Dengan UKW, kamu diakui bisa mempertanggungjawabkan tulisanmu secara etik dan hukum," jelas Syifaul di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua SMSI NTB, H. Abdus Syukur, mengaku sangat bangga dan terharu dengan semangat juang empat wartawan muda dari Sumbawa Barat tersebut.
Ia menilai keempatnya telah menunjukkan kualitas sebagai pilar dan garda terdepan dalam menjawab semua materi uji, mulai dari pemahaman kode etik, UU Pers, hingga teknik penulisan dan analisis berita.
"Ini prestasi yang membanggakan khusus bagi 4 wartawan muda Sumbawa Barat dengan predikat lulusan kompeten terbaik. Ini bukti bahwa wartawan daerah mampu bersaing," kata H. Abdus Syukur.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan rasa sedih karena masih ada 2 peserta yang dinyatakan belum kompeten. Namun ia berpesan agar hal tersebut tidak membuat patah semangat, melainkan menjadi motivasi untuk terus belajar.
"Jadi wartawan itu bukan hanya pandai menulis berita, akan tetapi harus bisa memahami isi di dalam pemberitaan terhadap dampak yang akan diberitakan. Untuk 2 peserta yang belum kompeten jangan berkecil hati, masih ada waktu dan kesempatan untuk lebih belajar lagi," tutupnya mantap. (Amry)




0Komentar