Mataram, (postkotantb.com)– Persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Kali ini, Polda NTB kembali menggelar rapat koordinasi secara daring bersama Karobinoos Stamaops Polri dan Karobinoos Sops Polri, Selasa (08/09/2026).

Rakor yang berlangsung dari Gedung Presisi Polda NTB tersebut dihadiri langsung Kapolda NTB didampingi Karoops Polda NTB serta sejumlah Pejabat Utama Polda NTB. Pembahasan difokuskan pada pemantapan dukungan personel dan sarana prasarana untuk pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026.

Kabid Humas Polda NTB mengatakan, dalam rakor bersama Mabes Polri tersebut dibahas sejumlah pengajuan dukungan, terutama penambahan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) serta sarana dan prasarana penunjang pengamanan MotoGP 2026 yang akan berlangsung di Lombok Tengah.

“Jadi beberapa pengajuan kita hampir terpenuhi meski jumlahnya berkurang. Hal ini disesuaikan dengan anggaran yang ada di Mabes Polri,” ujarnya.

Meski tidak seluruhnya sesuai jumlah yang diajukan, sebagian besar kebutuhan yang disampaikan Polda NTB mendapat dukungan. Namun, terdapat beberapa pengajuan yang dibatalkan, di antaranya dukungan kapal Polairud serta BKO satu SSK dari Polda Bali dan Polda Jawa Timur.

Sebagai gantinya, Polda Bali akan memberikan dukungan personel Dalmas dan K9 sebanyak 89 orang untuk diperbantukan ke Polda NTB selama pelaksanaan MotoGP Mandalika.

“Ada beberapa pertimbangan dengan pembatalan tersebut. Yang jelas terkait padatnya tugas yang dilakukan oleh Mabes Polri dan beberapa Polda. Namun demikian, hampir seratus personel dari Polda Bali akan di-BKO-kan di Polda NTB selama pelaksanaan MotoGP,” jelasnya.

Menurut Kabid Humas, keterbatasan dukungan sarana prasarana maupun anggaran dari Mabes Polri tidak boleh mengurangi kualitas kesiapan pengamanan. Polda NTB tetap akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memastikan seluruh rangkaian event internasional tersebut berlangsung aman dan lancar.

“Pengamanan tetap diupayakan dengan maksimal meski dukungan berbagai hal akan berkurang,” tegasnya.

Selain penguatan personel dan sarana prasarana, Polda NTB juga mendapat arahan untuk memberikan perhatian maksimal terhadap sejumlah potensi gangguan. Di antaranya penanganan situasi kontinjensi, ancaman terorisme, serta pengamanan para penonton, khususnya warga negara asing (WNA).

Seluruh kesiapan tersebut menjadi bagian dari Operasi Mandalika Rinjani 2026. Polda NTB memastikan skema pengamanan terus dimatangkan agar perhelatan MotoGP Mandalika tidak hanya berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat, penonton, dan tamu yang hadir di Lombok Tengah. (Red)