
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Foto Istimewa
Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) melalui pelaksanaan Profiling ASN (ProASN) sebagai basis pemetaan kompetensi dan potensi aparatur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., mengatakan Sumbawa menjadi kabupaten pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mendapat persetujuan untuk menerapkan manajemen talenta dengan pendampingan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Menurutnya, ProASN menjadi bagian penting dalam membangun basis data ASN yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan karier, termasuk dalam proses rotasi, mutasi, reposisi maupun promosi.
“Manajemen talenta ini memberikan ruang kepada semua ASN yang memiliki kompetensi dan potensi untuk mengembangkan kariernya. Karena itu, data yang dibangun harus benar-benar menggambarkan kemampuan dan potensi setiap individu,” jelas Budi.
Ia menjelaskan, profiling tidak hanya mengukur kemampuan teknis atau keilmuan, tetapi juga mencakup aspek kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, pengelolaan organisasi, orientasi serta potensi pengembangan individu.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya menjadi bahan Komite Talenta sebelum disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sebagai salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pengembangan karier ASN.
“Ketika PPK akan melakukan rotasi, mutasi, pergeseran maupun promosi, salah satu sumber data terbesarnya berasal dari manajemen talenta. Semua ASN memiliki kesempatan dan kans yang sama sepanjang kompetensi dan potensinya tergambar dengan baik,” katanya.
Untuk memperkuat basis data tersebut, Pemkab Sumbawa kembali melaksanakan ProASN terhadap 700 ASN selama tiga hari mulai Kamis (17/9/2026). Sebelumnya, profiling telah diikuti 601 ASN.
Budi menyebut pelaksanaan ProASN tersebut difasilitasi BKN sebagai bentuk dukungan terhadap Kabupaten Sumbawa dalam penerapan manajemen talenta. Hasil profiling nantinya terintegrasi dalam sistem manajemen talenta dan dapat diketahui masing-masing ASN melalui platform MyASN.
Dalam skema manajemen talenta, kelompok talenta prioritas berada pada pool 7, 8 dan 9, dengan pool 9 sebagai kelompok prioritas tertinggi.
“Target kita tentu seluruh aparatur bisa minimal berada di pool 7, 8 atau 9. Data inilah yang kemudian menjadi bahan Komite Talenta untuk melihat performa dan potensi individu ASN dalam rangka pengembangan karier,” ujarnya.
Budi menegaskan, ProASN bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional dan berbasis data.
“Profesionalisme dalam proses birokrasi harus dibangun dari data yang profesional juga. Karena itu, kita ingin setiap penempatan aparatur benar-benar didukung oleh data mengenai kompetensi, potensi dan karakteristik yang dimilikinya,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan profiling secara bertahap, total ASN Kabupaten Sumbawa yang telah mengikuti pemetaan mencapai 1.301 orang, terdiri dari 601 ASN pada tahap sebelumnya dan 700 ASN pada pelaksanaan saat ini. Proses profiling akan terus dilanjutkan dengan dukungan BKN. (Jhey)
Sumbawa Laksanakan ProASN, 700 ASN Ikuti Profiling untuk Pengembangan Karier
Redaksi PostKotaNTB
Font size:
12px
Baca juga:

0Komentar