Wisuda ke-2 UNBIM 2026: 201 Lulusan Dikukuhkan, Dorong Pendidikan Putus Kemiskinan di NTB



Mataram, (postkotantb.com) - Pendidikan ditegaskan sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pesan itu disampaikan Pembina Yayasan Universitas Bina Mandiri (UNBIM), Assoc. Prof.Dr. Syamsuriansyah, M.Kes., dalam Wisuda Ke-2 Universitas Bina Mandiri (UNBIM) Tahun 2026 yang digelar di Mataram, Senin, (21/9/2026). Sebanyak 201 wisudawan dan wisudawati jenjang D3 dan S1 resmi menyandang gelar akademik.


Di hadapan lulusan dan orang tua, Syamsuriansyah mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pendidikan, termasuk dukungan anggaran.

"Pendidikan adalah salah satu cara untuk memutus rantai kemiskinan. Anggaran pendidikan memang diatur minimal 20 persen, tetapi bukan berarti tidak bisa ditambah. Kalau memungkinkan 40 persen, tentu akan sangat bagus untuk mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak langsung pada peningkatan Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah yang menjadi indikator penting pembangunan manusia.


Ia juga membagikan pengalaman pribadinya menempuh pendidikan hingga mampu mengubah kondisi ekonomi keluarga. Meski tidak memilih jalur Aparatur Sipil Negara (ASN), ia konsisten mengabdi di dunia pendidikan dan telah melahirkan ribuan lulusan.

Kepada wisudawan, ia berpesan agar tidak berhenti pada jenjang saat ini.

"Jangan berhenti di S1 atau D3. Lanjutkan ke S2 di mana saja, kemudian kembali dan mengabdi. UNBIM membutuhkan tenaga-tenaga profesional dari para alumni untuk bersama-sama membangun kampus ini," tegasnya.

Rektor UNBIM, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi, S.Farm., M.Farm., mengatakan Wisuda Ke-2 berlangsung penuh syukur. Sebanyak 201 lulusan berasal dari berbagai daerah, mulai dari Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lulusan berasal dari lima program studi, yakni Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, serta Pengolahan Arsip dan Rekaman Informasi.


"Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan sukses. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua yang telah mengantarkan anak-anaknya menyelesaikan pendidikan," kata Ajeng.

Ia menegaskan seluruh prodi di UNBIM diarahkan untuk menjawab kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDI). Untuk memperluas serapan lulusan, UNBIM telah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi pelayanan publik dan rumah sakit, termasuk RSUD Patut Patuh Patju dan RSUP NTB.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang membuka ruang bagi alumni, khususnya bidang kearsipan, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.


Tak hanya ijazah, UNBIM menyiapkan penguatan kompetensi melalui rencana pembukaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P3 berlisensi BNSP pada tahun depan.

"Dengan adanya LSP P3, ke depan lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi profesi yang dapat memperkuat daya saing mereka," ujar Syamsuriansyah.

Wisuda kali ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU bersama enam perguruan tinggi swasta lainnya. UNBIM juga memperluas jejaring internasional dengan menghadirkan tiga akademisi asal Filipina, yakni Prof. Jurel, Dr. Mortal dan Dr. Grace.


Kerja sama internasional itu mencakup pendidikan, joint research dan pengabdian kepada masyarakat. Para akademisi Filipina dijadwalkan mulai mengajar secara hybrid serta mengembangkan kolaborasi riset dan publikasi internasional. Salah satu yang menarik perhatian adalah praktik pengabdian masyarakat UNBIM di Pantai Kuranji yang akan diadopsi di Filipina.

Rektor mengajak alumni tetap menjaga silaturahmi melalui Ikatan Alumni UNBIM.

"Berikan kebaikan itu kepada orang lain agar kehidupan menjadi lebih damai. Di kampus ini tidak ada sekat. Yang ada adalah semangat persaudaraan untuk memanusiakan manusia," pungkas Syamsuriansyah. (Ramli Jamak)