Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Antrean panjang kendaraan dan penumpang kembali terjadi di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Kondisi ini dikeluhkan warga karena terjadi hampir setiap hari dan menyebabkan penumpukan kendaraan hingga berjam-jam.

Penyebab utama antrean diduga karena keterlambatan kedatangan kapal dari Pelabuhan Kayangan, Lombok. Jadwal kedatangan yang molor 1 hingga 2 jam membuat jadwal bongkar muat dan keberangkatan ikut berantakan.

Padahal pengaturan jadwal bongkar muat dan keberangkatan ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Namun di lapangan, pelaksanaan jadwal dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil.

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat H. Basuki meluapkan kekecewaannya. Ia meminta pihak yang bertanggung jawab terhadap pengaturan pelayaran untuk mundur jika tidak mampu memberikan pelayanan publik yang baik.

"Kalau tidak mampu mundur saja, antrean ini setiap hari terjadi, jangan buat alasan untuk cari pembenaran," tegas Basuki.

Menurutnya, Dinas Perhubungan sebagai pembuat jadwal harus bertanggung jawab penuh. Jika ada keterlambatan akibat cuaca buruk, seharusnya ada pemberitahuan resmi agar masyarakat tidak menunggu tanpa kepastian.

"Hari ini cuaca cerah kok mengapa terjadi antrean, saya sudah 5 jam di pelabuhan antre menunggu jadwal naik kapal," keluhnya.

Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjadwalan dan pelayanan penyeberangan Poto Tano – Kayangan agar tidak merugikan masyarakat pengguna jasa.

Menanggapi penumpukan penumpang dan kendaraan di area parkir Pelabuhan Poto Tano hingga 5 jam, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Drs. Ervan Anwar, M.M., pada Sabtu (17/10) mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan ASDP Kayangan selaku pengelola pelabuhan serta pihak terkait di lapangan.

Berdasarkan laporan, terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan. "Kemarin terjadi cuaca buruk (angin kencang) sehingga ada keterlambatan/molor jadwal keberangkatan," katanya.

Lanjut Ervan, sejak kejadian kecelakaan kapal beberapa waktu lalu, Kemenhub melakukan pengetatan pengawasan khususnya terkait manifest penumpang sebagai syarat terbitnya SPB (Surat Persetujuan Berlayar) karena keselamatan penumpang dan pelayaran menjadi yang utama.

"Solusi sementara yang kami upayakan adalah menambah RPM dan percepatan pemuatan/pembongkaran. Solusi jangka panjang adalah penambahan dermaga di kedua sisi pelabuhan Kayangan dan Poto Tano," jelasnya. (Amry)