
H Yames WP. SH.MH Advokat Mantan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari PDIP dan Mantan Ketua Organda KSB. Foto Istimewa
Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Menanggapi pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat H. Basuki terkait antrean panjang di Pelabuhan Poto Tano di salah satu media online, mantan Ketua Organda Sumbawa Barat 3 periode HM Yames WP, SH.MH meminta semua pihak memahami mekanisme dan pembagian kewenangan dalam pelayanan penyeberangan.
Menurut Yames, persoalan antrean dan keterlambatan kapal tidak bisa serta-merta dibebankan kepada satu institusi, dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi NTB.
"Suruh ganti saja Pak H Basuki dari Anggota Dewan di DPRD KSB, dia adalah pengusaha transportasi pemilik Trans Sekongkang. Coba bisa tukar dia suruh jadi Kadishub Provinsi biar dia tau rasa," ujar Yames menanggapi pernyataan Basuki yang sebelumnya meminta pejabat Dishub mundur jika tidak mampu memberikan pelayanan.
Yames menilai, kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu saat ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kelancaran pelayaran Poto Tano – Kayangan.
"Dia tidak ngerti bahwa saat-saat ini cuaca sedang ekstrem tidak menentu. Penentu pemberangkatan kapal adalah pihak Syahbandar setempat," tegasnya.
Ia menjelaskan, dalam penyelenggaraan penyeberangan, masing-masing instansi memiliki tanggung jawab dan regulasi sesuai substansinya.
"Jangan cepat menyalahkan suatu institusi. Pelajari dulu mekanismenya. ASDP tugasnya apa, Syahbandar tugasnya apa, begitu juga Dishub Provinsi NTB," kata Yames kepada postkotantb.com Sabtu (17/10/2026).
Ia menambahkan, ASDP sebagai operator, Syahbandar sebagai otoritas yang menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, serta Dishub Provinsi sebagai regulator jadwal, memiliki peran yang saling terkait namun berbeda kewenangan.
Karena itu, ia berharap polemik antrean di Pelabuhan Poto Tano disikapi secara proporsional dan mengedepankan solusi bersama, bukan saling menyalahkan.
"Pelayanan publik memang harus dievaluasi, tapi harus dengan pemahaman yang utuh terhadap mekanisme yang ada," pungkasnya. (Amry)


0Komentar