Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Meski belum genap tiga bulan menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat, Mahfuddin Cakra Saputra, S.H., M.H., mulai mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ia dinilai humanis, terbuka, serta cepat membangun komunikasi dengan elemen masyarakat, termasuk pers dan LSM.

Sejak menjabat, Cakra Saputra membuka ruang silaturahmi dengan wartawan dan aktivis. Hal itu terlihat pada 16 September 2026, saat ia menerima kunjungan Ketua PWI Sumbawa Barat bersama sejumlah wartawan, Ketua SMSI, serta perwakilan pimpinan LSM.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari tokoh pergerakan sekaligus mantan anggota DPRD Sumbawa Barat, Yusuf Amaula yang akrab disapa Ucok.

"Saya salut dengan Kajari baru ini. Membangun komunikasi dengan semua elemen merupakan langkah positif. Pendekatan humanis seperti ini belum pernah terlihat pada kepemimpinan Kajari sebelumnya," ujar Bang Ucok.

Menurutnya, kepemimpinan Cakra Saputra diharapkan membawa perubahan positif dalam menjaga marwah, integritas, dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Sumbawa Barat.

Meski humanis, ketegasan tetap menjadi komitmen. Kajari menegaskan tidak akan memberi ruang bagi oknum aparat yang menyalahgunakan kewenangan.

"Oknum jaksa yang menyalahgunakan wewenang, menerima suap, memeras pihak berperkara, atau tidak patuh pada arahan pemberantasan korupsi akan diberikan sanksi tegas hingga pemberhentian. Jika tidak dapat dibina, maka kita binasakan," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi komitmen Kejari Sumbawa Barat untuk melakukan pengawasan dan pembenahan internal agar seluruh jajaran bekerja sesuai hukum dan kode etik.

"Mari kita bangun Sumbawa Barat ini dengan semangat kebersamaan. Jaga kondusivitas daerah yang kita cintai ini," pungkas Cakra. (Amry)