Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Di balik kemeriahan Karnaval Budaya tingkat Sekolah Dasar dalam rangka HUT RI ke-81 dan Harlah KSB ke-23, tersimpan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Kegiatan yang diikuti 106 Sekolah Dasar dengan kurang lebih 3.000 siswa ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM dan pengusaha lokal.

Berdasarkan hitungan di lapangan, setiap siswa menghabiskan anggaran untuk pengadaan properti karnaval seperti sewa dan pembuatan baju adat, aksesori, make-up, dan perlengkapan lainnya sebesar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Anggaran tersebut sepenuhnya ditanggung masing-masing wali murid secara swadaya.


Jika dikalkulasikan, dengan jumlah peserta sekitar 3.000 siswa dikali Rp150 ribu, maka uang yang beredar hanya untuk pengadaan properti saja mencapai Rp450 juta. Bahkan jika dihitung dengan nilai tertinggi Rp200 ribu per siswa, angkanya bisa menembus Rp600 juta.

Perputaran uang tersebut langsung dinikmati para pelaku usaha lokal, mulai dari penjahit, penyewaan baju adat, penata rias, toko kain, toko aksesori, hingga pengrajin pernak-pernik budaya di Taliwang dan sekitarnya. Mereka kebanjiran order selama sepekan menjelang karnaval.


Belum lagi dampak ekonomi ikutan selama karnaval berlangsung. Dari pantauan, uang belanja yang dikeluarkan peserta, orang tua pendamping, dan ribuan penonton yang memadati rute pawai diperkirakan mencapai Rp500 juta untuk membeli makanan, minuman, mainan anak, hingga jajanan kaki lima.

Artinya, jika ditotal secara keseluruhan, perputaran uang dalam sekali kegiatan Karnaval Budaya tingkat SD saja sudah mencapai miliaran rupiah. Jumlah ini belum termasuk karnaval tingkat TK, SMP, dan SMA yang akan berlangsung hingga 22 Oktober mendatang.

Dampak ekonomi tersebut juga ditegaskan Asisten Perekonomian Setda Sumbawa Barat, Hj. Kusnarti, S.Pd., M.M.Inov.

"Ini momentum, setiap kegiatan yang diadakan oleh Pemda Sumbawa Barat sangat berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat. Ini terlihat dari perputaran uang pada Karnaval Budaya mencapai 2 miliar," katanya Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, setiap kegiatan Pemda selalu memiliki multiplier effect terhadap perekonomian.

"Dampak ekonominya sangat luar biasa, UMKM tumbuh, masyarakat dapat merasakan kebahagiaan sesuai tagline KSB Maju Luar Biasa," pungkasnya.


Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah dalam berbagai kesempatan memang menekankan bahwa Karnaval Budaya bukan hanya soal pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi rakyat. Para pedagang kaki lima di sepanjang rute KTC Taliwang mengaku omzet mereka naik 3 hingga 4 kali lipat dibanding hari biasa. (Amry)