Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., terus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur daerah yang terdampak bencana. Salah satunya melalui pengajuan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI untuk perbaikan Jembatan Lito, Kecamatan Moyo Hulu.
Upaya tersebut disampaikan Bupati Jarot saat melakukan audiensi dengan BNPB di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa bersama jajaran. Rombongan diterima Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Dr. Ir. Afrial Rosya, M.A., M.Si.
Dalam pembahasan tersebut, Jembatan Lito menjadi salah satu perhatian utama mengingat keberadaannya memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Kerusakan infrastruktur itu berdampak terhadap kelancaran aktivitas warga, termasuk distribusi hasil ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Bupati Jarot menegaskan, perbaikan jembatan tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, Jembatan Lito bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah pusat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera direalisasikan.
Selain mengajukan dana hibah untuk perbaikan Jembatan Lito, Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut menyampaikan sejumlah kebutuhan lain kepada BNPB. Di antaranya pembangunan sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih serta bantuan kendaraan operasional guna memperkuat kapasitas BPBD dalam penanganan kebencanaan.
Bupati Jarot berharap seluruh usulan tersebut mendapat perhatian dan fasilitasi BNPB sesuai mekanisme yang berlaku. Dukungan sarana dan pendanaan dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat kemampuan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Pengajuan rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Lito tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana alam yang terjadi pada 2023.
Melalui audiensi ini, Pemkab Sumbawa berharap dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dapat segera diperoleh sehingga pemulihan infrastruktur strategis yang dibutuhkan masyarakat bisa ditindaklanjuti. (Jhey)



0Komentar