Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menandatangani MoU pengembangan energi terbarukan dengan Kepala litbang ESDM F.X. Sutijastoto
Mataram (postkotantb.com)- Bertempat di Gedung Heritage, Sekretariat Kementerian ESDM di Jakarta  Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menandatangani naskah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM  yang ditandatangani oleh Kepala Badan Litbang ESDM, F.X. Sutijastoto. 

MoU ini  terkait Kerja Sama Pengembangan, Pemanfaatan Teknologi Berbasis Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. Penandatangan MoU ini disaksikan juga oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Archandra Tahar.

"Kami sangat bangga sebagai daerah yang menginisiasi program bioetanol. Dengan adanya mitra seperti Astra dan Pertamina ekspansi ke wilayah Indonesia Timur, saya melihat masa depan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia Timur ke depannya. Dan tugas kita memfasilitasinya semua," terang Gubernur Yang di dampingi Kepala Biro Administrasi Kerjasama Setda Provinsi. NTB Ahmad Nur Aulia

“Dengan demikian, menjadi tugas kita untuk memfasilitasi program ini,” lanjutnya. Bang Zul juga menuturkan, Badan Litbang ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan, Ketenagalistrikan, dan Konservasi Energi (Puslitbangtek KEBTKE) memiliki kemampuan dan pengalaman yang mumpuni dalam studi pengembangan bahan bakar nabati.

Sebelumnya, Puslitbangtek KEBTKE juga telah bekerja sama dengan Universitas Mataram untuk melakukan penelitian dan pengembangan bioetanol berbasis nira sorgum manis. Dibangun pula lahan percobaan (trial plot) di wilayah Lombok Utara.

Terkait kerja sama dengan ESDM,  Bang Zul menjelaskan, ruang lingkup kesepakatan yang disetujui meliputi evaluasi teknis, ekonomi, dan hukum untuk pengembangan bioetanol tersebut.

Tak sampai di situ, berbagai evaluasi itu juga berlaku dalam proses negosiasi kesepakatan guna mempercepat pengembangan dan pemanfaatan teknologi berbasis energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.

“Peningkatan pendidikan dan kompetensi sumber daya manusia dan/atau lembaga, penyediaan tenaga ahli, dan tukar-menukar informasi dan ilmu pengetahuan juga menjadi bagian dari kesempatan kami dengan pihak ESDM,” terangnya.

Untuk selanjutnya, sebagaimana turut diatur dalam klausul kerja sama, Gubernur berharap besar pemanfaatan atau implementasi hasil pengembangan teknologi bioetanol ini dapat berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar. Khususnya melalui program pemberdayaan masyarakat.

Adapun sejauh ini, ia menuturkan, agenda besar dari kerja sama pengembangan teknologi bahan bakar berbasis bahan nabati ini diproyeksikan dapat dipergunakan untuk menopang kebutuhan pembangkit listrik.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya berkomitmen mendukung serangkaian proses penelitian dan pengembangan produk bioetanol, salah satunya melalui aspek penyediaan lahan di NTB.(RZ)