Friday, June 28, 2019

BAZNAS Lotim Tegaskan Pencairan Bantuan Tidak Melalui Perantara


Lombok Timur (postkotantb.com)- Dalam penyaluran zakat ke seluruh mustahiq Badan Amil Zakat, Infaq dan Sedekah (Baznas) Lombok Timur memastikan tidak melalui perantara. Pengurus Baznas sendiri yang datang langsung ke para mustahik. Hal ini dimaksudkan agar penyalurannya tepat sasaran. Demikian dijelaskan oleh Wakil Ketua I Baznas Lotim, Abdul Hayyi Zakaria dalam halal bihalal bersama awak media Lotim bertempat di Aula setempat, Selasa (29/6).

Selanjutnya Hayyi mengatakan, prinsip yang ditekankan pengurus zakat di Baznas Lotim ini tidak boleh ada saldo. Bila perlu, saldo Baznas ini minus. Sebagaimana arahan Bupati Lotim. 

Dipaparkannya saat ini sebagian besar dana zakat diperuntukkan untuk anak yatim dan fakir miskin. Dalam sebulan, rata-rata total zakat yang terkumpul dari para muzakki di Baznas Lotim sebesar Rp 600-800 juta. Adapun alokasi untuk fakir miskin dan anak yatim dan telantar ini mencapai separuh dari total zakat yang berhasil dikumpulkan.

Disebutkan, belanja anak yatim dan anak telantar di panti-panti asuhan sebelumnya sebesar Rp2.500 per hari, saat ini Bupati Lotim meminta Baznas mengalokasikan Rp 5 ribu per hari. “Rp 2,500 itu terlalu murah, sehingga dinaikkan menjadi Rp 5 ribu atau Rp 150 ribu per bulan,” terangnya. Dari data yang ada jumlah anak yatim dan telantar di Lotim ini mencapai 3.000 orang yang diasuh di panti-panti asuhan yang tersebar se Kabupaten Lotim. Dengan demikian BAZNAS Lotim mengeluarkan belanja harian untuk para anak yatim secara akumulatif sejumlah Rp 450 juta per bulan.

Selain bantuan komsumtif Baznas juga memberikan bantuan produktif berupa pemberdayaan ekonomi para mustahiq, Baznas membuat Unit Pemberdayaan Ekonomi Mustahiq (UPEM). UPEM ini sebagai salah satu program unggulan.

Cara ini dinilai bisa menjadi sarana efektif untuk mengurangi angka kemiskinan. Paling tidak, sekarang miskin setelah mendapatkan bantuan Baznas ke depan bisa mengubah kondisi ekonomi menjadi lebih meningkat.  Dana zakat dari program UPEM ini menyasar pedagang bakulan. (Eka)

No comments:

Post a Comment