Saturday, June 22, 2019

F-BPD Kecamatan Gerung, Kediri dan Kuripan Study Banding Ke Desa IDM Tertinggi di Indonesia


Seputarlombok.com | Lombok Barat -Forum Badan Permusyawaratan Desa (F-BPD) Kecamatan Gerung Kediri dan Kuripan melakukan study banding ke dua Desa yang menjadi percontohan di Indonesia saat ini mulai dari tanggal 17-21 juni 2019, Desa pertama yang di kunjungi, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Desa ini dipilih karena Desa Ngroto merupakan Desa dengan Indek Desa Membangun (IDM) tertinggi se Indonesia.

Kunjungan ke Desa Ngroto, F-BPD Kecamatan Kuripan, Gerung dan Kediri di sambut oleh PLT. Kades Ngroto, Sekdes Ngroto dan Kaur Prencanaan Desa Ngroto, dalam pertemuan yang berlangsung cukup lama ini, Sekdes Ngroto, Daman Hadi Santoso menjelaskan banyak hal terkait upaya yang dilakuka Desa Ngroto untuk meraih predikat sebagai Desa dengan IDM tertinggi se Indonesia.

Menurut Sekdes Ngroto, Daman Hadi Santoso, predikat IDM tertinggi se-Indonensia yang di dapatkan oleh Desa Ngroto merupakan kerja keras dari Kepala Desa, Prangkat Desa dan Masyarakat, sehingga predikat yang di dapatkan merupakan hal yang wajar.

“ Predikat sebagai Desa dengan IDM tertinggi se-Indonesia ini kita dapatkan berkat kerja keras Kepala Desa, Perangkat Desa dan dukungan dari Masyarakat Desa Ngroto sendiri, kalau tidak ada kolaborasi seperti ini, maka mustahil Desa Ngroto akan menjadi seperti saat ini” papar Daman Hadi Santoso di hadapan F-BPD Gerung, Kuripan dan Kediri.

Selain itu, lanjut Daman, setelah Desa Ngroto menjadi Desa dengan IDM tertinggi se Idonesia, kini banyak suntikan dana yang diberikan baik dari Pemerintah Pusat, Kabupaten dan Provinsi untuk kebrerlangsungan pembangunan di Desa Ngroto.

Seperti diketahui, beberapa indikator yang menjadikan Desa Ngroto sebagai Desa dengan IDM tertinggi anatara lain, ketahanan sosial ( zero konflik), ketahanan ekonomi, ketahanan lingkungan  dan program gerakan penanggulangan kemiskininan  (Galangkesan).

Sehari setelah mengunjungi Desa Ngroto, F-BPD Gerung, Kuripan dan Kediri melanjutkan kunjungan study banding ke Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Desa ini dipilih sebagai lokasi ke dua untuk  study banding lantaran Desa ini telah berhasil menyulap Desanya menjadi Desa  Wisata, dengan menggenjot Desa Wisata melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Dalam kesempatan ini rombongan disambut oleh Prangkat Desa Pujon Kidul, pertemuan ini berlangsung hangat dengan diskusi yang dikemas secara santai di lokasi wisata yang menjadi wisata andalan Desa Pujon Kidul.

Prangkat Desa Pujon Kidul, Hartono menjelasakan, majunya Desa Pujon Kidul  saat ini tidak terlepas karena Pemerintah Desa fokus membangun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai garda terdepan dalam menggali dan membangun potensi Desa.

Menurutnya, prinsip dalam mengembangkan BUMDes tak hanya bagaimana BUMDes dapat meningkatkan omzet dan PADes. Karena  prinsip utamanya adalah bagaimana BUMDes dapat memberikan dampak kepada aktifitas ekonomi masyarakat.

“kita mengembangkan Bumdes ini semata-mata tidak hanya untuk PADes saja, melainkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dari Warga juga,itu prinsip utamanya” ujar Hartono sambil menjelakan program Desa Pujon Kidul.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Desa Wisata Pujon Kidul di tahun 2019 ini telah berhasil mencapai target PADes sekitar 2 milyar lebih, dimana di tahun 2017 PADes Desa Pujon Kidul hanya mencapai 7 Ratus Juta lebih. Menurutnya, peningkatan PADes Pujon Kidul salah satunya dipengaruhi oleh tingginya angka kunjungan Wisatawan ke Desa Pujon Kidul, dimana rata-rata per hari angka kunjungan Wisatawan baik lokal dan Manca Negera ke Desa Wisata Pujon Kidul menembus angka 1000 kunjungan.

Semantara itu, ketua forum BPD Gerung, Kuripan Dan Kediri yang juga merupakan ketua BPD Desa Beleke, Islahudin menyatakan, study banding kali ini diharapkan menjadi acuan dan contoh bagi pengembangan di Desa di Kabupaten Lombok Barat, semua program pembangunan Desa yang didapatkan dari dua Desa seperti, Desa Ngroto dan Desa Pujon Kidul bisa diterapkan dan menjadi spirit pembangunan di masing-masing Desa.

“ saya berharap study banding kali ini mampu menjadi contoh dan spirit bagi Desa kita, terutama spirit untuk membangun Bumdes yang menjadi motor penggerak prekonomian di Desa, karena study banding ke-dua Desa ini banyak ilmu dan pengalaman baru yang kita dapatkan. Ungkapnya usai mengikuti diskusi dengan Prangkat Desa Pujon Kidul.

Islah juga menjelaskan, pentingnya membangun Desa dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan oleh pemrintah baik dalam bentuk  Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD)  sebagai bentuk tanggung jawab Desa untuk mensejahterakan Masyarakat.

“ dana besar baik dari DD dan ADD saat ini harus dimanfaatkan oleh Desa untuk membangun, tidak hanya fisik tetapi juga pemberdayaan kepada Masyarakat, itulah pentingnya kita menggali ilmu ke Desa-Desa yang lebih maju dari Desa kita sebagai upaya untuk terus meningkatkan pembangunan Desa." Tutupnya. (AF)

No comments:

Post a Comment