Wednesday, October 16, 2019

Proyek Drainase Dan Trotoar di Jalan Pejanggik Tuai Protes Dari Pedagang


Salah seorang warga menunjukan spanduk yang menuntut Pemkot Mataram membuka akses masuk ke toko Melissa Bakery yang terhalang pembangunan proyek drainase dan trotoar di jalan Pejanggik Cakranegara
Mataram (postkotantb.com)-  Proyek pembangunan drainase dan pedestarian di sepanjang jalan pejanggik Cakranegara menuai protes dari pedagang dan pengusaha di wilayah ini. 

Perkumpulan pedagang dan pengusaha di jalan Pejanggik melayangkan keberatan atas pembangunan trotoar tersebut. Juru bicara pengusaha dan pedagang jalan Pejanggik sekaligus pemilik toko kue Melissa Bakery,  Melissa mengatakan, pembangunan trotoar tersebut menyisakan sejumlah persoalan. Diantaranya tidak adanya akses masuk ke toko atau tempat usaha mereka, sempitnya area parkir kendaraan karena menggunakan bahu jalan, polusi debu akibat sisa material serta turunnya omzet penjualan. 

"Omzet kami turun di atas 20 persen, kenapa trotoar nya di bangun tinggi sekali, dimana kendaraan akan parkir, tidak ada akses masuk kendaraan ke area parkir kami, jadi pelanggan banyak yang enggan masuk karena sempitnya lahan parkir di pinggir jalan," ujarnya kepada awak media, Rabu (16/10).

Disinggung apakah tidak ada sosialisasi terkait proyek pedestarian tersebut, Melissa bersama dengan pengusaha dan pedagang lainnya sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan lurah Cakra Barat dan camat, namun pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan kesepakatan saat pertemuan. 

"Kami di undang dan ada sosialisasi tetapi ternyata proyek ini tidak sesuai dengan kesepakatan, trotoar yang di bangun tinggi sekali, bagaimana orang mau masuk belanja," papar nya. 

Melissa pun mengaku pernah melayang protes pembangunan trotoar tersebut melalui aplikasi pengaduan masyarakat milik Pemkot  Mataram. Namun jawaban yang di dapat tidak memuaskan.

Melissa bersama 30 pengusaha dan pedagang yang terdampak dengan pembangunan drainase dan trotoar ini berencana akan mengadukan persoalan tersebut ke legislatif. 

"Kami akan terus berjuang sampai ada solusi, bagaimanapun caranya, ini bisa mematikan usaha kami, sementara pajak yang harus kami bayar tidak boleh berkurang," pungkas nya.(RZ) 

1 comment:

  1. Ya benar..kami sangat mersakan efek nya..apalagi toko kami dikasih jalan keluar masuk..tpi pkl nya tidk di dhimbau untuk pergi akibat nya ..area parkir kami dipakai dan jalan keluar pengunjung kami ditutup..

    ReplyDelete