-->

Gubernur: Feasibility Studies Kereta Gantung Segera Akan Dilakukan

, Wednesday, January 29, 2020 WIB Last Updated 2020-01-29T05:24:12Z
Ilustrasi kereta gantung, Foto/ istimewa
Mataram (postkotantb.com)- Rencana pembangunan kereta gantung menjadi prokontra. Sebagian masyarakat menyetujui pembangunan kereta gantung tersebut. Sebagian lagi menolak dengan alasan akan merusak hutan.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah sendiri menyatakan rencana pembangunan kereta gantung tersebut di limpahkan dari Pemkab Loteng ke Provinsi NTB karena Pemprov NTB memiliki kewenangan memberikan izin wilayah kehutanan.

Adanya penolakan masyarakat yang khawatir pembangunan kereta gantung ini akan merusak hutan menurut gubernur perlu ada kajian komprehensif. Pemprov NTB sendiri ujar gubernur akan segera melakukan feasibility studies terhadap pembangunan kereta gantung tersebut.

"Belum ada feasibility studies dan kita akan segera melakukan itu, masukan semua pihak sangat berharga kita akan pertimbangkan semua sehingga tidak menjadi masalah," ujar gubernur saat menghadiri HUT Pertuni beberapa waktu lalu.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Dinas Kehutanan juga satu suara bahwa pembangunan kereta gantung tersebut tidak akan merusak hutan. TNGR menyatakan pembangunan kereta gantung tidak melewati wilayah konservasi. Sementara Dinas Kehutanan juga mengatakan pembangunan kereta gantung berada di Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang berlokasi di Aiq Berik Batu Kliang Utara.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini